Penyerapan APBD DKI per Maret 2016 Masih Nol Persen

Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat. (Foto: Ist./W5)

JAKARTA, JIA XIANG – Penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2016 dilaporkan masih nol persen. Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat mengaku tidak tahu soal itu. Tapi dia yakin program kerja yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI sudah berjalan sesuai rencana.

Djarot mengaku akan mengkonfirmasi terkait penyerapan APBD 2016 kepada Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Heru Budi Hartono.

“Nanti kami lihat, belum dilaporkan ke kami. Nanti kami tanya BPKAD. Masalahnya, kami sudah on the track (program kerja) betul. Nanti penyerapannya bisa luar biasa,” kata dia di Balai Kota Jakarta, Rabu (20/4/16).

Menurut dia, penyerapan APBD 2016 memiliki target 90 persen. Target itu, lebih tinggi 20 persen dari tahun sebelumnya. “Ini bisa mencapai 90 persen loh penyerapannya. Karena kami sudah lebih awal jalannya. Lalu ada lelang konsolidasi,” lanjut politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan itu.

Diketahui sebelumnya, berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) realisasi belanja APBD, penyerapan anggaran tertinggi diraih oleh Provinsi Jawa Timur sebesar 17,2 persen. Kemudian, Provinsi Lampung sebesar 15,9 persen, dan Sulawesi Utara 15,2 persen.

Di mana penyerapan anggaran DKI Jakarta? Ibukota termasuk dalam delapan provinsi yang penyerapan dalam triwulan pertama di 2016 masih nol persen. Adapun delapan provinsi yang masih nol persen adalah Kalimantan Utara, Papua Barat, Papua, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, Kepualauan Riau, Jambi, dan DKI Jakarta.[JX/Cka/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here