“Perang Kata-Kata” Utusan Singapura dengan Media Cina

(Foto: JX/SCMP)

SINGAPURA, JIA XIANG – Beberapa hari belakangan ini terjadi perang kata-kata antara utusan khusus Singapura, Stanley Loh, dengan Hu Xijin, pemimpin redaksi Global Times, yang berpengaruh di Cina.

Singapura menyalahkan Cina yang dianggap sebagai pihak penyebab munculnya ketegangan di kawasan perairan Laut Cina Selatan. “Perang kata-kata” ini menggarisbawahi bahwa Singapura akan menghadapi kesulitan dalam menjaga hubungan baik dengan Beijing.

Tanpa menyebut langsung nama Singapura, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Geng Shuang menegaskan, “negara individual itu” telah mendesak supaya persoalan Laut Cina Selatan dimasukan ke dalam dokumen final KTT Gerakan Non Blok (GNB) yang digelar di Venezuela pada Minggu (18/9/16).

Geng Shuang sempat dimintai komentarnya mengenai pertikaian antara Stanley dan Hu. Tabloid Global Times adalah anak perusahaan dari tabloid berskala nasional People’s Daily.

Pada surat terbuka yang dikeluarkan Selasa (20/9/16), Loh membantah berita surat kabar itu. Dia mengatakan bahwa terkait tindakan itu dan kata-kata kepada Singapura adalah salah dan tidak mendasar.

Dia hanya merujuk pada laporan surat kabar itu Rabu lalu yang mengklaim Singapura ingin memasukan posisi Filipina pada hasil arbitrasi internasional tentang klaim Laut Cina Selatan ke dalam dokumen final KTT Gerakan Non Blok. Tapi usaha itu gagal. [JX/SCMP/Eka]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here