Perayaan Imlek Syarat Tradisi Lokal Karawang

Karawang, Jia Xiang – Saat sembahyang hari raya Imlek di vihara dan kelenteng, makanan khas Imlek yang berlaku umum selalu tersedia dalam prosesi ritual sembahyang. Namun sejumlah vihara dan kelenteng juga punya beberapa makanan khas berdasarkan tradisi lokal yang dianut oleh umat di vihara dan kelenteng tersebut. Seperti yang ada di Vihara Sian Djin Kupoh, Karawang.

Selain makanan khas Imlek pada umumnya, Vihara Sian Djin Kupoh juga punya makanan khas tambahan yang disajikan pada ritual sembahyangnya,” ujar Yan Lin kepada Jia Xiang Hometown, Jumat (31/1/14).

Suhu Yan Lim adalah Biokong (pemimpin ibadah) di Vihara Sian Djin Kupoh yang terletak di kawasan Benteng, Tanjungpura, Karawang, Jawa Barat. Makanan khas tambahan yang dimaksud oleh Yan adalah buah delima, buah srikaya, dan buah kingkip.

“Dulu setiap perayaan Imlek harus ada buah kingkip, tapi sekarang buah itu sudah jarang ditemukan. Bentuknya bulat kecil dan ada duri-duri halus dengan warna merah,” ujar Yan menggambarkan buah kingkip itu.

Buah-buah khas itu menurut Yan didasari pada karakter Vihara Sian Djin Kupoh yang dominan dengan bentuk ibadat tradisi. Maksudnya berbagai ritual sembahyang yang dilakukan umat di situ sangat dipengaruhi oleh tradisi atau kebiasaan masyarakat setempat. Misalnya warga setempat yang bukan umat Konghucu dan Buddha juga berdoa meminta sesuatu kepada dewa-dewa yang mereka yakini berdiam di vihara itu.

“Di sini yang dominan adalah tata cara sembahyang tradisi. Sedangkan Tri Dharma dan Khonghucu hanya melengkapinya,” kata Yan kepada Jia Xiang Hometown. [W1/U1]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here