Perayaan Peh Cun di Pantai Parangtritis

Masyarakat Tionghoa di Yogyakarta menggelar perayaan ritual Peh Cun yang dilaksanakan tiga bulan setelah perayaan hari raya Imlek di Pantai Parangtritis, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. (Foto-foto: JX/Dimas Parikesit)

YOGYAKARTA, JIA XIANG – Masyarakat Tionghoa di Yogyakarta menggelar perayaan ritual Peh Cun yang dilaksanakan tiga bulan setelah perayaan hari raya Imlek di Pantai Parangtritis, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ritual PehCun adalah perayaan suci bagi masyarakat Tionghoa yang dipercaya memiliki siang paling lama dibanding hari lainnya. Ritual ini digelar sejak Rabu 8 Juni dan hari Kamis 9 Juni 2016 sebagai puncak perayaannya.

Dari serangkaian kegiatan, salah satu yang atraktif adalah mendirikan telur tepat pukul 12.00 yang diikuti oleh sejumlah masyarakat yang hadir. Perayaan Peh Cun selalu digelar setiap tanggal 5 bulan 5 tahun China. Menurut kepercayaan, pada saat itulah terjadi fenomena alam yaitu sejajarnya posisi Bulan, Bumi, dan Matahari. Sehingga mempengaruhi gravitasi yang dapat membuat telur tidak jatuh saat diletakkan dalam posisi berdiri atau vertikal.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan ritual berdoa bersama di depan bibir Pantai Parangtritis. Ritual doa bersama dipimpin oleh Suryo Purnomo, Pandita Majelis Buddha Indonesia. Kembang, buah-buahan dan kue Chang menjadi sesaji di depan altar yang digunakan untuk ritual doa bersama dengan menghadap ke arah Pantai Parangtritis.[JX/Dms/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here