Perbedaan Kebijakan Ekonomi Warnai KTT G7

ISE, JIA XIANG – Pertemuan tingkat tinggi para pemimpin negara-negara ekonomi maju, G7, dimulai di Kota Ise-Shima, Jepang, Kamis (25/5/16). Pertemuan itu digelar di tengah terjadinya perbedaan kebijakan ekonomi di antara negara anggota dan protes di Okinawa terhadap militer Amerika Serikat.Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, mengundang para pemimpin G7 (Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Amerika Serikat, Rusia) untuk mengunjungi Kuil Agung Ise, untuk memperlihatkan apa yang dia sebut sebagai asal muasal budaya Jepang. Namun, para pakar negara itu berpendapat bahwa agenda pertemuan tersebut melanggar prinsip konstitusional mengenai pemisahan antara politik dan agama.
Abe dituduh berupaya menghidupkan kembali Negara Shinto, ideologi resmi negara yang dikenal sebagai Kekaisaran Jepang 1868-1945, sejak dia kembali berkuasa di akhir 2012 dan revisi sejarah perdana menteri juga berakar pada ideologi tersebut.
Sementara terkait pertemuan G7, menurut dokumen yang dirilis menjelang KTT, para pemimpin itu akan membahas cara-cara untuk meningkatkan ekonomi global, kontra terorisme, perubahan iklim dan masalah energi. Mereka juga akan mengeluarkan komunike setelah pertemuan dua hari itu.
Namun, pada sisi ekonomi, para anggota G7 tidak akan sepakat untuk memperbesar belanja publik untuk merangsang pertumbuhan ekonomi karena kehati-hatian Jerman mengenai disiplin keuangan. Para menteri keuangan G7 dan gubernur bank sentral juga gagal untuk mempersempit kesenjangan atas kebijakan di Sendai sebelum pertemuan puncak para pemimpin tersebut. [JX/Xinhua/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here