Percepatan Pengembangan 10 Destinasi Prioritas Disepakati

Kawasan Danau Toba, salah satu dari 10 destinasi prioritas. (Foto: Ist./W5)

JAKARTA, JIA XIANG – Menteri Pariwisata (Menpar) dan 11 Gubernur berkomitmen dan menandatangani kesepakatan bersama untuk mempercepat pembangunan 10 destinasi pariwisata prioritas.

Menteri Pariwisata  Arief Yahya mengingatkan target pariwisata 2016 ditetapkan yakni 12 juta wisatawan mancanegara (wisman) dengan devisa yang dihasilkan diproyeksikan sebesar Rp 172 triliun; dan jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) sebanyak 260 juta perjalan dengan uang yang dibelanjakan sebesar Rp 223,6 triliun. Agar target ini tercapai,  pengembangan 10 destinasi prioritas harus dipercepat agar segera terbentuk 10 “Bali Baru” di Indonesia.

Dalam paparannya di rapat koordinasi yang dihadiri 11 gubernur dan 28 bupati/wali kota di Jakarta, Rabu (13/4/16), Menpar mengemukakan bahwa kontribusi pariwisata terhadap PDB nasional 2016 diharapkan akan meningkat menjadi 5 persen dan jumlah lapangan kerja yang diciptakan menjadi 11,7 juta tenaga kerja.   Pejabat daerah yang hadir merupakan kepala daerah yang wilayahnya ditetapkan sebagai 10 destinasi pariwisata prioritas Indonesia.

Pada 2019, lanjutnya, sektor pariwisata harus dapat memberikan kontribusi pada PDB Nasional sebesar 8 persen, dengan devisa yang dihasilkan Rp 240 triliun  Pariwisata pada 2019, imbuhnya, juga ditargetkan mampu menciptakan lapangan kerja sebanyak 13 juta orang, target kunjungan wisman sebanyak 20 juta, dan pergerakan wisnus sebanyak 275 juta, serta indeks daya saing pariwisata Indonesia berada di ranking 30 dunia.

Penetapan 10 destinasi prioritas ini, lanjutnya, merupakan amanat Presiden, melalui surat Sekretariat Kabinet Nomor B 652/Seskab/Maritim/2015 tanggal 6 November 2015 perihal Arahan Presiden Republik Indonesia mengenai Pariwisata dan Arahan Presiden pada Sidang Kabinet Awal Tahun pada tanggal 4 Januari 2016.

Destinasi-destinasi yang dimaksud adalah Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Borobudur, Bromo – Tengger – Semeru, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi, dan Morotai.

“Hasil dari rapat koordinasi ini diharapkan terciptanya penyamaan persepsi tentang strategi dan langkah percepatan yang perlu diambil secara terpadu dan terintegrasi,” kata Arief Yahya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here