Perda tentang Kepulauan Seribu Akan Direvisi

JAKARTA, JIA XIANG – Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama menegaskan sulitnya mendirikan bangunan dan distribusi listrik menjadi kendala investasi di Pulau Seribu. Kedua hal itu diakui Basuki menjadi kendala menarik investor di Kepulauan yang berada di utara Jakarta itu.

Kabupaten Kepulauan Seribu berada di Provinsi DKI Jakarta, sehingga lokasinya tentunya berdekatan dengan Ibukota. Ahok, sapaan karib Basuki, menilai seharusnya Pulau Seribu dapat menarik minat investor mengembangkan wisata di kawasan pesisir.

Ia rencananya akan meninjau Peraturan Daerah dan Undang-Undang terkait koefisien dasar bangunan. Tujuannya, agar memudahkan para investor berinvestasi di kawasan tersebut.

“Nah itu (Perda dan UU) yang mau kita perbaiki, supaya daya saing Pulau Seribu (menarik) investor masuk. Dekat Jakarta kok, makanya ini salah satu (alasan) orang tidak mau masuk ya faktor itu,” ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Kamis (8/9/16).

Untuk faktor kedua yang mengurangi minat investor menggelontorkan dana adalah listrik. Ahok mengatakan pasokan listrik di Pulau Seribu masih terbatas begitupun kawasan teluk Jakarta. Sehingga memerlukan waktu untuk menata ulang sambungan kabel untuk kawasan tersebut.

“Faktor kedua adalah listrik. Nah, kita juga ada sambungin kabel semua. Sama di teluk Jakarta, kurang bagus. Ini yang mau kita tata. Di Ancol dan di Waduk Pluit,” papar Ahok.

Menurut Ahok hanya itu yang mengurangi minat investor untuk memutarkan uangnya di Pulau Seribu. Untuk urusan transportasi, dianggap dia tidak ada masalah karena banyak pintu untuk menuju Pulau Seribu.

“(Transportasi) tidak ada masalah. Mereka dari Pluit, dari Green Bay, semua sudah banyak. Kelasnya banyak. Masalahnya cuma diinvestor tadi,” pungkas Ahok.[JX/Cka/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here