Peretas Tiongkok Bobol Jaringan Informasi AS

Kantor OPM, Amerika Serikat

WASGHINGTON, JIA XIANG – Serikat menuduh bahwa peretas dari Tiongkok berhasil membobol jaringan informasi ke empat juta karyawan dan mantan karyawan pemerintah negeri Paman Sam itu. Serangan para peretas itu adalah yang kedua kali dilakukan dengan sasaran informasi mengenai izin keamanan Amerika Serikat (AS).
Menurut AS ini adalah upaya yang kedua, sebelumnya mereka pernah mencoba, tetapi gagal. Para peretas ini menjuju Kantor Manajemen Personal (OPM) AS, yang menyimpan catatan karyawan pemerintah federal AS dan menangangi izin keamanan AS.
Pada pengumuman yang dikeluarkan pemerintah AS, Senin (4/6/15), disebutkan bahwa kantor OPM yang telah bermitra dengan Komputer Tim Kesiagaan Darurat Biro Investigasi Federa (FBI) dan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS untuk menentukan dampak bagi karyawan pemerintah federal ini.
OPM pertama kali mendeteksi serangan para peretas pada bulan April lalu, ketika mereka sedang menerapkan perangkat baru untuk keamanan cyber. Namun setelah mendeteksi adanya kehadiran peretas, yang menyerang sistem lama, mereka segera menerapkan langkah keamanan tambahan untuk melindungi informasi-informasi sensitif.
Pembobolan itu terkait dengan serangan cyber serupa terhadap OPM pada bulan Maret 2014. Penelusuran peretasan itu mengarah ke Tiongkok. Mereka menjadikan jaringan komputer yang menyimpan informasi semua karyawan pemerintah AS. Para peretas ini dituduh mencoba menerobos, dan gagal untuk mengakses jaringan informasi untuk orang-orang yang mengajukan izin keamanan di AS.
Serangan terbaru dari para peretas Tiongkok ini, tampaknya mengabaikan segala pemberitaan buruk terhadap mereka, apalagi setelah mereka tertangkap pada bulan Maret 2014. Kenyataannya mereka masih menyerang OPM, walaupun tindakan mereka sudah diketahui. Namun Partai Komunis Tiongkok sudah mulai menyangkal keterlibatan mereka pada upaya peretasan yang baru-baru ini terjadi.
FBI Amerika Serikat mengatakan, mereka akan melanjutkan penyeledikan peretasan itu dan meminta pertanggungjawaban mereka yang menimbulkan ancaman di dunia maya. [JX/Theepochtimes/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here