Perjuangan Marie di Bursa Dirjen WTO Terhenti

Jia Xiang – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Marie Elka Pangestu mundur dari pencalonannya menjadi Direktur Jenderal Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO) pada pemilihan yang berlangsung di markas WTO, di Jenewa Swiss.

 

Pernyataan tertulis Marie Eka Pangestu yang diteriam Jia Xiang Hometown pada Jumat (26/4/13) menyatakan bahwa secara resmi Marie mundur dari pemilihan Dirjen WTO tersebut.

 

“Pemerintah Indonesia telah menominasikan saya sebagai kandidat Dirjen WTO, agar bersedia membagi pengalaman, mencurahkan energi dan kerja keras, sehingga  visi perdagangan dan pembangunan dapat terealisasi untuk dunia. Namun sayangnya saya sebagai wakil Indonesia tidak dapat bersumbangsih sebagai Dirjen WTO,” papar Marie.

 

Sementara itu, Staf Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sutaryanto saat dikonfirmasi Jia Xiang Hometown, Sabtu (27/4/13) enggan berkomentar soal alasan spesifik mundurnya Marie dari bursa pencalonan Dirjen WTO.

 

Namun sejumlah sumber pemerintahan menyatakan bahwa mundurnya Marie karena kurang didukung sejumlah negara anggota WTO.

 

Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Firmanzah, Jumat (26/4/13) mengatakan, dukungan terhadap Marie masih kurang.  “Ada beberapa calon negara, terutama dari Amerika Latin, Brasil dan Meksiko yang lebih banyak mendapatkan dukungan,” ujar  Firmanzah kepada wartawan.

 

Dalam pernyataannya itu Marie juga menyampaikan apreasiasi yang tinggi atas dukungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono padanya untuk mewakili Indonesia dalam proses pencalonan Dirjen WTO.

 

Dia juga berterimakasih kepada Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atas dukungannya.

 

Apresiasi juga disampaikan kepada Asean  dan anggota WTO yang mendukungnya. “Seluruh proses ini telah memberi pengalaman serta  pelajaran yang berharga. Selama proses tersebut diadakan banyak kunjungan serta mendengarkan banyak masukan tentang kondisi negara anggota WTO.

 

Juga keadaan yang berbeda dalam merealisasi perdagangan dan pembangunan kawasan,” papar Marie.

 

Pemilihan Dirjen baru WTO itu guna menggantikan Pascal Lamy yang akan selesai bertugas pada 31 Agustus 2013.

 

Pada Pemilihan itu, Marie melampaui sejumlah tahapan eliminasi dan masuk putaran kedua atau babak lima besar. Pada tahapan itu yang bertarung antara lain Herminio Blanco (Meksiko) dan Roberto Azevedo (Brasil) Tim Groser (Selandia Baru), Taeho Bark (Korea Selatan), dan satu-satunya kandidat perempuan, Mari Elka Pangestu (Indonesia).
Pencalonan Mari Elka Pangestu yang merupakan putri ekonom J. Panglaykim itu menjadi sejarah tersendiri, karena sejak 17 tahun terakhir seluruh Dirjen WTO dijabat oleh laki-laki.[W1]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here