Perkuat Otot Perut untuk Kendalikan Lemak

(Foto: JX/bodyandsoul.com.au)

LONDON, JIA XIANG – Perut buncit atau timbunan lemak di perut selalu menjadi masalah yang dihadapi banyak orang, sehingga mereka menggunakan cara-cara cepat untuk menghilangkannya. Lemak perut ada di sekitar rongga tubuh dan terdiri dari lemak subkutan atau yang berada di bawah kulit – jika Anda cubit ukurannya lebih dari satu inci (sekitar 2,54 cm) – dan juga lemak di dalam sekitar organ tubuh seperti hati, pankreas, dan usus.Lemak di sekitar organ tubuh diperkirakan lebih aktif dibandingkan lemak subkutan yang terletak tepat di bawah kulit. Walaupun lemak di sekitar organ tubuh tergolong lebih berbahaya bagi kesehatan kita, tapi berita baiknya adalah lemak ini lebih mudah dihilangkan daripada lemak subkutan.
Dalam berbagai situs internet kesehatan dan olahraga, Anda bisa menemukan “janji-janji” menghilangkan perut buncit secara instan. Tapi, apakah janji-janji ini dapat dipercayai? Tim program BBC, Trust Me I’m A Doctor, bereksperimen dengan merekrut 35 relawan yang didampingi dua pakar bidang olahraga dan diet.
Seluruh relawan memiliki masalah lemak di perut dengan ukuran pinggang mereka di tingkat bahaya untuk tipe 2 diabetes dan penyakit jantung. Seorang profesor bidang obat-obatan metabolis dari Universitas Oxford, Fredrik Karpe, dan Profesor Dylan Thompson dari Universitas Bath, Inggris, mencetuskan dua metode untuk diujicobakan pada empat grup.
Sebelum eksperimen dilakukan, kesehatan masing-masing relawan diperiksa.
Salah satu dari pengukuran yang terpenting adalah scan DEXA, untuk melihat rincian jumlah serta lokasi lemak yang mereka miliki. Selain itu, parameter kesehatan lainnya juga diukur, seperti detak jantung, kadar gula dalam darah, lipid (atau zat lemak) darah dan tentunya ukuran pinggang.
Profesor Thompson menguji dua kelompok relawan dengan memberikan dua jenis olahraga, sedangkan Profesor Karpe menguji dua kelompok lainnya melalui cara diet. Kelompok Profesor Thompson yang pertama dimonitor guna melihat kegiatan mereka sepanjang hari dan para relawan dipersilahkan untuk makan seperti biasanya. Thompson juga memberikan mereka arahan gaya hidup yang berbeda untuk membuat mereka lebih aktif.
Sedangkan kelompok kedua Profesor Thompson diberikan saran-saran untuk menghilangkan lemak perut didapat dari internet, seperti sit-up. Tiap-tiap relawan juga melakukan enam jenis olahraga masing-masing sebanyak tiga kali, dua hari sekali selama periode enam minggu.

Jajanan Ringan
Kelompok ketiga yang dimonitori oleh Profesor Karpe diberi tugas untuk mengikuti saran-saran dari situs internet online terkenal guna menghilangkan lemak dengan cara mengonsumsi tiga gelas susu (sekitar satu liter) tiap hari.
Sebuah penelitian memang menyebutkan bahwa konsumsi susu dapat mengurangi timbunan lemak, karena lemak dikeluarkan dari feses dan tidak diserap tubuh. Sementara kelompok keempat adalah kelompok yang melakukan diet.
Mereka diminta untuk tidak mengurangi jenis makanan yang mereka konsumsi, tapi porsinya dikurangi dengan cara mengukur porsinya berdasarkan ukuran tangan serta jemari mereka. Selain itu, kelompok keempat juga diberitahu untuk mengurangi makan jajanan ringan.
Pada akhir periode eksperimen selama enam minggu, seluruh partisipan diuji kembali dan diukur lingkar pinggangnya, kadar kolesterol, kadar gula, dan tekanan darah.
Hasilnya cukup mengejutkan. Kelompok pertama kadar lemaknya tidak turun, tapi kondisi kesehatan mereka meningkat tajam. Tekanan darah menurun dan bahkan seorang relawan bisa “menikmati” kadar gulanya yang berkurang, dari level penderita diabetes menjadi normal.
Kelompok sit-up tidak turun berat badanya, dan kesehatannya juga tidak lebih membaik, tapi lingkar pinggang mereka turun drastis sebesar 2 cm.
Profesor Thompson menjelaskan, hal ini karena kekuatan otot-otot perut meningkat, sehingga dapat menahan lemak lebih baik. Kekuatan otot perut ini penting guna melindungi dari sakit punggung dan memperbaiki postur tubuh.
Kelompok peminum susu yang dimonitor oleh Profesor Karpe tidak menunjukkan perubahan pada bobot tubuh maupun kesehatan mereka. Akan tetapi, meskipun mereka mengonsumsi 400 ekstra kalori per hari, bobot tubuh dan lemak mereka tidak bertambah.
Profesor Karpe berpendapat, hal ini kemungkinan karena mereka merasa kenyang sesudah minum susu. Jelas sekali bahwa kelompok diet yang paling berhasil dibandingkan kelompok lainnya. Berat badan kelompok turun total total 35kg, dengan masing-masing partisipan turun rata-rata sekitar 3,7kg selama enam minggu. Rata-rata lingkar pinggang mereka juga berkurang sekitar 5cm.
Hasil dari scan DEXA memperlihatkan, lemak tubuh berkurang 5% sedangkan lemak di sekitar organ di dalam perut berkurang 14%. Kelompok ini berhasil menurunkan lemak di seluruh tubuh serta di perut. Selain itu, eksperimen ini membuktikan adanya peningkatan dalam parameter kesehatan mereka.
Jadi kesimpulannya adalah jika Anda ingin membakar timbunan lemak secara sehat dan efektif, maka gunakan saran-saran diet dan olahraga secara bersamaan. [JX/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here