Perseteruan di ITC Mangga Dua Masih Berlanjut

Jia Xiang-Perseteruan para pemilik ratusan kios di ITC Mangga Dua, Jakarta Utara, terhadap Perhimpunan Penghuni Rumah Susun (PPRS) bentukan PT. Duta Pertiwi kembali terjadi. Sejak Senin 2 September 2013, para pemilik yang selama ini menerima dengan pasrah dan terpaksa, karena ada ancaman listrik akan dipadamkan, akhirnya melakukan perlawanan.

Santo, salah seorang pemilik kios di ITC Mangga Dua kepada Jia Xiang Hometown mengatakan, tindakan pihak pengelola ITC Mangga Dua terbilang aneh dan sangat mengintimidasi. “Ini kan lucu, yang dipersoalkan service charge, eh malah aliran listrik yang diputus,” katan Santo yang ditemui di ITC Mangga Dua, Rabu (4/9/13).

Santo merincikan, pada Maret 2013 tarif service charge per meter sebesar Rp68.000 ditambah sinking fund Rp31.000. Sedangkan April 2013 oleh pihak PPRS bentukan PT Duta Pertiwi, nilainya dinaikkan masing-masing menjadi Rp80.000 dan Rp40.000. Belum lagi ditambah uang kebersihan yang jumlahnya antara Rp25.000 hingga sampai Rp50.000 per meter.

“Padahal, yang dimaksud dengan komponen service charge sudah termasuk urusan kebersihan. Kok ada juga tagihan uang kebersihan?,” ujarnya.

Saat diwawancarai Jia Xiang Hometown, Santo menunjukkan bagian atap kios miliknya yang kondisinya rusak dan sangat memprihatinkan. Namun menurutnya, pihak PPRS bentukan Duta Pertiwi yang betanggung jawab untuk perbaikan tak kunjung melakukan tugasnya. “Paling mereka datang hanya untuk memotret, kemudian tidak ada kabar lagi,” ujarnya mengeluh.

Pada Oktober 2013, tarif service charge akan dinaikan lagi menjadi Rp88.000, ditambah sinking fund sebesar Rp44.000, dan uang kebersihan antara Rp25.000 hingga Rp50.000, serta uang Satpam.

“Dengan luas kios 30 meter persegi, saya harus membayar service charge sebesar Rp5,1 juta. Padahal sebelumnya saya hanya membayar Rp2,1 juta per bulan. Memangnya kios-kios ini sapi perahan pihak pengelola ITC Mangga Dua?,” kata Santo kesal.

Terkait permasalahan ini, pihak PT Duta Pertiwi saat dikonfirmasi Jia Xiang Hometown via telepon, menolak memberi keterangan. [Dar/U1]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here