Pertamina Olimpiade Sains 2016 Hasilkan 24 Pemenang

JAKARTA, JIA XIANG – Pettamina Olimpiade Sains 2016 telah menghasilkan 24 pemenang untuk kategori teori dan proyek sains. Olimpiade Sains ini diikuti para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Tanah Air.

Nama-nama pemenang diumumkan, Kamis (25/11/16), pada acara puncak penganugerahan juara  di Gedung Wanita Patra, Simprug, Jakarta Selatan. Hadir di sini Sekretaris Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemristekdikti Prof Sutrisna Wibawa,  Manajer Program Kemitraan dan Bina Lingkungan PT Pertamina Agus Mashud , Direktur Kemahasiswaan Universitas Indonesia  Dr Arman Nefy, dan Ketua Pelaksana Pertamina Olimpiade Sains 2016 Dr Yasman.

Menurut Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Wianda Pusponegoro, kegiatan ini diawali dengan penyeleksian 11 ribu peserta di kategori teori. Hasilnya, terpilih 44 peserta yang bisa masuk ke babak final. Sementara di kategori proyeks sains ada 18 tim peserta yang masuk final dari 250 lebih tim yang mendaftar.

Pada kategori teori, ada empat orang juara (1, 2, 3 dan harapan) bidang fisika, kimia, biologi dan matematika. Sementara di kategori proyek sains, selain gelar juara 1, 2, 3, ada 5 penghargaan Honorable Mention. Para juara ini telah melalui ujian seleksi di tingkat provinsi dan nasional.

Pada penyelenggaraan tahun ini, jelas Wianda, tes seleksi daeerah dilaksanakan  secara online menggunakan sistem computer based test untuk kategori teori.

Keluar sebagai juara pertama proyek sains adalah tim Universitas Tadulako. Penelitian tim ini tentang biohidrogen sebagai salah satu jenis energi baru terbarukan di masa depan pengganti bahan bakar fosil. Tim yang diketuai Faris Muhammad Gazali (jurusan biologi FMIPA) berhasil mengungguli 17 finalis lainnya. Inovasi tim ini berupa produksi biohidrogen dengan menggunakan bakteri thermofilik yang diisolasi dari mata air panas di Desa Bora, Sulawesi Tengah,

Sementara melalui penjurian yang tak kalah ketat, para mahasiswa dari Institut Teknologi Bandung (ITB)  mendominasi pemenang kategori teori di empat bidang. Adapun juara pertama pada bidang matematika Shinta Rahmayani (Universitas Indonesia), juara pertama pada bidang fisika Trendy Prima Wijaya (ITB), juara pertama bidang kimia Maulinda Kusumawardani (ITB), juara pertama bidang biologi Hazrina Tyas Nussa (Universitas Indonesia). [JX/Win]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here