Pertikaian Keluarga Lee Kuan Yew (alm) Meruncing (2)

Lee Hsien Yang, adik kandung PM Singapura Lee Hsien Loong (Foto: JX/SCMP)

Komisi Empat Menteri

Tuduhan utama yang dilontarkan Lee Hsien Yang, adik kandung PM Lee, adalah bahwa ada sebuah komisi menteri  yang  dibentuk,  untuk mempelajari masa depan rumah keluarga Lee Kuan Yew (alm) di 38 Oxley Road, atas perintah perdana menteri untuk menekan mereka (adik-adiknya-Red)  agar meniadakan rencana pembongkaran rumah tersebut.

Komisi khusus itu terdiri dari wakil perdana menteri, Menteri Hukum dan Urusan Rumah Tangga  K. Shanmugam, Menteri Kebudayaan dan Pemuda  Grace Fu, dan Menteri Pembangunan Nasional  Lawrence Wong.

Di bagian lain, dua pihak – eksekutor dan pengawas  rumah warisan Lee (alm) – mengatakan bahwa keinginan perdana menteri agar rumah tersebut dipertahankan, sebagai monumen,  adalah menentang keinginan ayah mereka. PM Lee hanya ingin mendapatkan keuntungan yang lebih besar dari modal politik  mantan PM Singapura itu.

Lee Hsien Loong yang  menjabat sebagai  perdana menteri pada tahun 2004, membantah tuduhan adiknya tersebut.

Dia mengatakan bahwa dia menantang keputusan pemerintah mengenai masa depan rumah tersebut, namun secara pribadi PM Lee justru menginginkan agar ayahnya dihormati.

Namun seorang pejabat  senior utama di pemerintah negara itu justru telah menggemakan pandangan-pandangan tersebut pada  minggu-minggu ini.

Sementara hari Selasa, Wakil Perdana Menteri Teo Chee Hean mengatakan Lee Hsien Yang  “salah paham”  dengan menganggap bahwa komisi empat menteri yang dipimpinnya “bertekad mencegah pembongkaran rumah”.

Karena keputusan PM Lee, yang lebih tua,  menyatakan bahwa Lee Wei Ling, anak perempuan Lee (alm) bisa tinggal di rumah itu selama yang dia inginkan, pemerintah hanya akan memutuskan nasib properti itu saat dia mengosongkannya, tegas Teo. Lee Wei Ling (62) seorang dokter ahli syaraf, masih menetap di sebuah bungalow tua yang hampir berumur  dan letaknya di pinggiran kawasan perbelanjaan Orchard Road yang populer.

“Jika, misalnya, Dr Lee Wei Ling meninggalkan  rumah itu bulan depan, maka kabinet bulan depan harus memutuskan soal nasib rumah tersebut. Jika dia tinggal di sana selama 30 tahun lagi, maka pemerintah yang ada, dalam 30 tahun, harus menunggu hingga 30 tahun untuk memutuskan rumah itu,” tambah Teo. [JX/SCMP/CNA/bersambung]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here