Pertumbuhan Industri TIK Indonesia Diproyeksikan 11% per Tahun

Ajang pameran teknologi informasi dan komunikasi, BRI Indocomtech 2016, resmi dibuka Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara (dua dari kanan). Dia didampingi oleh Dewan Pembina Yayasan Apkomindo Chris Irwan Japari, Direktur Utama Bank BRI Asmawi Syam, serta Direktur Konsumer Bank BRI Sis Apik Wijayanto. (Foto: Ist./W5)

JAKARTA, JIA XIANG – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengemukakan pasar Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial, dan harus dimaksimalkan. Untuk itu, Kemkominfo fokus mendorong sektor telekomunikasi di Indonesia, dengan fokus utama pada pengembangan jaringan broadband di seluruh Indonesia.

“Kami optimistis terhadap perkembangan industri TIK Indonesia,“ ujarnya saat menyampaikan sambutan pembukaan BRI Indocomtech 2016 di Jakarta Convention Center, Rabu (2/11/16). Tampak hadir mendampingi Menkominfo di pameran, yang digawangi oleh Yayasan APKOMINDO bekerjasama dengan PT. Amara Pameran Internasional (API Events), Dewan Pembina Yayasan APKOMINDO Chris Irwan Japari, Direktur Utama Bank BRI Asmawi Syam, serta Direktur Konsumer Bank BRI Sis Apik Wijayanto.

Terlebih, lanjutnya, Indonesia menargetkan menjadi negara ekonomi digital terbesar di dunia tahun 2020 mendatang. “ Itu sebabnya, kami sangat mendukung keberadaan BRI Indocomtech 2016  yang merupakan sarana pendukung ekosistem pita lebar untuk mewujudkan target itu,” tuturnya.

Pertumbuhan industri TIK, jelasnya, tidak terlepas dengan munculnya gelombang digital yang melanda Indonesia. Internet, aplikasi-aplikasi cerdas dan perangkat digital yang semakin canggih memampukan penyebaran informasi yang sangat cepat sehingga mampu menciptakan banyak peluang di berbagai aspek kehidupan.

Menteri menggambarkan, dengan pertumbuhan lebih besar dari rata-rata pertumbuhan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Nasional, yaitu sekitar 8 persen setiap tahunnya, industri TIK Indonesia kini memiliki peran besar terhadap PDB Nasional. Pemerintah Indonesia bahkan memproyeksikan pertumbuhan Industri TIK domestik akan mencapai lebih dari 11% per tahun seiring rampungnya proyek pembangunan broadband serat optik (Palapa Ring) pada akhir 2018.

Selain itu, pencanangan Indonesia sebagai negara ekonomi digital pada 2020, digitalisasi di sektor swasta dan layanan publik oleh negara, pesatnya pertumbuhan kelas menengah, serta dominasi kaum muda dalam struktur demografi Indonesia juga kian mendorong pertumbuhan industri TIK.

Tidak hanya sebagai peranti hiburan, lanjutnya, keberadaan gadget kini mampu menciptakan peluang kerja, mendukung gaya hidup modern yang serba instan, hingga meningkatkan kualitas hidup penggunanya.

Kini, tuturnya, orang sudah dapat melakukan pemesanan makanan, transportasi bahkan dokumen melalui gadget, pembayaran dan transaksi pun lebih praktis karena orang tidak perlu beranjak dari kesibukan yang mereka lakukan saat itu. Semua itu dapat dilakukan dari genggaman dengan sebuah ponsel pintar atau smartphone. Bahkan, smartphone juga membantu penggunanya untuk mengendalikan beberapa fungsi di dalam rumah, seperti remote AC, menyalakan lampu, memantau kamera CCTV dan masih banyak lagi.

Corporate Secretary Bank BRI Hari Siaga Amijarso mengemukakan, BRI tercantum dalam nama pameran, yang akan berlangsung dari tanggal 2 hingga 6 November 2016, menjadi sebuah penegasan komitmen dari bank terbesar di Indonesia ini terhadap perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

“Bank BRI berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan teknologi di Tanah Air. Karena, kami percaya Bank BRI akan terus berkembang dan bertransformasi dengan merangkul teknologi era digital. Salah satu wujud komitmen tersebut adalah mendukung BRI Indocomtech 2016 untuk tetap menjadi benchmark atas perkembangan industri teknologi informasi dan komunikasi di tanah air,” ungkapnya.

Sementara Ketua Dewan Pembina Yayasan Apkomindo Chris Irwan Japari, dalam sambutannya, mengemukakan BRI Indocomtech 2016 berusaha untuk mengedukasi masyarakat akan besarnya potensi dan manfaat yang dimiliki oleh gadget mereka. Maka, lanjutnya, tema pameran tahun ini “Gadget is Everywhere” yang mencerminkan keberadaan gadget serta kebutuhan dan ketergantungan manusia akan dukungan gadget dalam aspek-aspek penting kehidupannya.

Salah satu topik menarik yang dihadirkan di dalam pameran tersebut adalah mengenai perkembangan Smart City dan Smart Home. Bekerja sama dengan QLUE, BRI Indocomtech 2016 menghadirkan sebuah experience area yang memberikan edukasi akan konsep Smart City dengan cara yang seru dan interaktif. BRI Indocomtech 2016 juga bekerja sama dengan MNCPLAY SMARTHOME untuk menghadirkan sebuah smarthome yang akan memberikan gambaran dan edukasi sebuah rumah yang telah terkoneksi dengan teknologi internet.

“Guna memberikan pengalaman dan pengetahuan yang baru bagi pengunjung, BRI Indocomtech 2016 menghadirkan gambaran Jakarta Smart City bekerja sama dengan QLUE di area Lobby, dan sebuah Smart Home yang akan memberikan gambaran akan sebuah rumah yang terlah terkoneksi dengan teknologi internet hasil kerja sama dengan MNCPLAY SMARTHOME. Kami berharap program-program inovatif ini memberikan informasi dan edukasi yang tepat sasaran bagi masyarakat luas.” kata Chris. [JX/Win]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here