Pertumbuhan Rendah, Ahok Tampik Terkait Serapan Anggaran

Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama. (Foto: JX/Kartika Sabturina)

JAKARTA, JIA XIANG – Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama mengakui pertumbuhan ekonomi triwulan pertama di Jakarta lebih rendah dari pada tahun sebelumnya. Ia memperkirakan rendahnya pertumbuhan itu karena sektor properti menurun dan memberikan imbas ke penjualan dan tidak terkait dengan penyerapan anggaran daerah.

“Bank Indonesia (BI) belum lapor ke kita (Pemprov). Pasti lebih rendah kan, karena properti kan agak turun, jadi penjualan semua turun. Dibandingkan tahun lalu, tahun ini lebih turun,” kata Ahok, sapaan karib Basuki di Balai Kota Jakarta, Kamis (12/5/16).

Dia menegaskan rendahnya pertumbuhan ekonomi provinsi tidak terkait dengan penyerapan anggaran. “Bukan serapan anggaran. Kalau serapan anggatan kan baru mulai di Mei,” lanjut Ahok.

Untuk penyerapan anggaran, menurut Ahok, hampir di semua provinsi penyerapan akan rendah pada triwulan pertama tahun anggaran. Hal itu diakibatkan oleh proses lelang yang baru dilakukan pada awal tahun.

“Memang hampir di seluruh Indonesia, serapan anggaran tiga bulan (awal) itu pasti belum terjadi (penyerapan). Karena masih lelang dan kontraktor belum bayar,” jelas Ahok.

Ia melanjutkan, bulan ini merupakan dimulainya penyerapan daerah karena kontrak sudah mulai berjalan dengan kontraktor. “Kontraknya baru bulan Mei,” pungkas Ahok.[JX/Cka/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here