Perubahan BPBD Menjadi Dinas Masih Wacana

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei. (Foto: JX/Kartika Sabturina)

JAKARTA, JIA XIANG – Perubahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menjadi dinas belum dapat dipastikan. Masih banyak pertimbangan yang harus dimatangkan sebelum perubahan itu terjadi.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei. Menurut dia, banyak hal masih harus dipertimbangkan.

“Kita harus melihat beberapa hal. Pertama, kalau diubah menjadi dinas, apakah langsung indeks resiko bencana menjadi turun, apakah setelah menjadi dinas akan lebih efisien? Itu harus bisa dijelaskan alasan apa harus diubah menjadi dinas,” kata Willem setelah konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Rabu (2/3/16).

Dengan tetap menjadi badan, penanggulangan bencana menurut dia harus ditangani oleh lintas sektoral. Sehingga tidak bisa ditangani hanya oleh satu pihak saja.

“Kalau badan, karena untuk penanggulangan kita katakan, tidak bisa dengan satu orang. Menangani itu harus lintas sektoral. Butuh fungsi koordinasi,” papar Willem.

Bila diubah menjadi dinas, Willem mempertanyakan, apakah bisa melakukan koordinasi seperti yang dilakukan saat menjadi badan. “Kalau dinas, apakah dia bisa lebih efektif untuk melaksanakan koordinasi dibandingkan badan,” tuturnya.

Diketahui sebelumnya, sedang terjadi perbincangan di publik tentang adanya Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) pengubahan BPBD menjadi Dinas Penanggulangan Bencana. Hal itu sempat menjadi perbincangan hangat di antara BPBD tiap daerah saat bertemu di Rapat Koordinasi Nasional yang dilakukan pekan lalu di Balai Kartini Jakarta Selatan.

“Ini baru wacana saja. Ini salah satu topik hangat yang dibicarakan antara Pemerintahan Daerah dari seluruh Indonesia pada waktu Rakornas. Semua menanyakan perihal ini,” ucapnya.[JX/Cka/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here