Petaka di Perlintasan Kereta Bintaro

Jakarta, Jia Xiang – Perlintasan kereta di Indonesia kerap menjadi biang petaka. Hari ini, Senin (09/12/13), duka kembali menyelimuti dunia transportasi di tanah air. Delapan orang tewas dan puluhan orang luka-luka akibat tabrakan kereta listrik (commuter line) dengan truk tangki milik Pertamina di perlintasan Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Kecelakaan maut di kawasan Bintaro itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Sebuah kereta listrik tabrakan dengan truk tangki pengangkut bahan bakar minyak (premium). Diduga sopir truk ceroboh dan memaksa kendaraannya menerobos perlintasan kereta saat kereta sedang melaju di Pondok Ranji. Truk tangki hangus terbakar, sementara gerbong depan KRL terbalik dan ikut terbakar.

Hingga Senin malam, pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan instansi terkait masih melakukan evakuasi gerbong kereta dan bangkai truk tangki. PT KAI pun membatalkan sejumlah keberangkatan kereta lokal akibat kecelakaan tersebut.

Humas Daop I PT KAI, Sukendar menyatakan jalur yang dibatalkan adalah dari Kebayoran, Pondok Ranji, Palmerah serta lintas Tanah Abang-Bintaro. Saat ini crane penolong sudah didatangkan untuk membantu melakukan evakuasi terhadap bangkai kereta dan truk tangki tersebut.

Menteri Perhubungan, EE Mangindaan saat meninjau di lokasi kecelakaan Senin malam menyatakan, saat ini satu jalur menuju Bintaro sudah bisa dilalui setelah sempat lumpuh di kedua arah.

“Pihak-pihak terkait berusaha secepatnya membersihkan lokasi kejadian karena akan dilalui KA lainnya. Saat ini satu jalur sudah bisa jadi kebutuhan untuk KA masih bisa dilayani secepatnya,” kata Mangindaan.

Sementara itu, lima jenazah korban “Insiden Bintaro” dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Lima jenazah tersebut merupakan korban yang mengalami luka bakar di sekujur tubuh sehingga sulit untuk dikenali oleh keluarga.

“Sudah lima kantong jenazah yang dibawa ke RS Polri, salah satunya adalah masinis yang bertugas yakni Darman Prasetyo, dan korban lainnya,” kata Humas RS Polri, Sarwoto.
Menurut dia, meskipun  sudah mengetahui beberapa indentitas korban, namun Tim DVI Pusdokkes Polri masih akan melakukan identifikasi untuk memastikan identitas kelima jenazah tersebut.

Puluhan korban yang mengalami luka parah dan luka ringan dirawat di beberapa rumah sakit. Lima korban yang mengalami luka bakar cukup parah di rawat di RS Pusat Pertamina, sedangkan puluhan korban luka-luka di rawat di sejumlah rumah sakit, diantaranya di RS Sutoyo, RS Internasional Bintaro, RS Pondok Aren, RS Fatmawati , dan RS Serva.

Pihak PT KAI berjanji akan memberi santunan kepada para korban yang meninggal dunia, serta menanggung seluruh biaya pengobatan korban luka berat maupun yang luka ringan.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyampaikan belasungkawanya atas “Insiden Bintaro”.  Ahok mengingatkan agar para pengendara disiplin dan tidak menerobos pintu jalur perlintasan kereta.

“Jangan sampai karena kelalaian dan kecerebohan satu orang berdampak fatal bagi orang banyak. Ini jangan sampai terulang lagi,” ujarnya.
Perlintasan Alternatif

Terkait alternatif perlintasan, Ahok mengungkapkan pembangunan underpass di wilayah DKI Jakarta yang resmi hanya sekitar 16 lokasi. Nantinya underpass fungsinya sebagai pengamanan pengendara saat melalui perlintasan kereta.

“Justru yang tidak resmi ratusan. Semua bikin sendiri, semua mau pakai jalan motong. Ini yang akhirnya berujung bencana dan malapetaka,” kata Ahok.

Dari total 549 perlintasan dengan rincian 186 untuk perlintasan resmi dan dijaga, 123 perlintasan resmi yang tidak dijaga, 43 perlintasan flyover dan underpass, dan 197 perlintasan liar.[For/U1]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here