Peternakan Hewan Terancam Ditutup

Jia Xiang – Sebanyak 32 keluarga perternak hewan babi di Kota Jambi, Provinsi Jambi khawatir usaha mereka itu ditutup, karena belum memiliki izin dari Dinas Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kehutanan pemerintah kota tersebut.
Alex, salah seorang peternak  di Kelurahan Legok, Kota Jambi kepada Jia Xiang Hometown mengatakan, mereka sebenarnya sudah berusaha mengurus izin, namun  kesulitan mendapatkan izin itu.
Menurut dia, dinas terkait beralasan sejumlah peternakan milik warga itu berada dekat dengan pemukiman penduduk. “Padahal peternakan ini jauh terisolasi dari permukiman penduduk. Bahkan pengolahan limbahnya juga dibuat dengan baik agar tidak sampai mengganggu lingkungan. Kini sebanyak 32 keluarga peternak di Kota Jambi sedang berusaha mencari lokasi peternakan yang jauh dari permukiman penduduk,” ungkap Alex, di Jambi, Senin (7/10/13).
Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Jambi, Said Abu Bakar mengatakan, sebagian besar peternakan di Kota Jambi itu milik warga Tionghoa setempat. Peternakan tersebut tidak memiliki izin dari dinas terkait.
“Pihak dinas sudah memberikan surat teguran agar peternakan itu dipindahkan ke lokasi yang bukan permukiman penduduk,” kata Said saat dikonfirmasi, Selasa (8/10/13).
Tingginya kebutuhan daging babi di wilayah Kota Jambi, membuat sejumlah warga menjadikan peternakan sebagai mata pencaharian. Beberapa lokasi peternakan babi tersebar di Kelurahan Legok Kecamatan Telanaipura, Kelurahan Sijenjang, Kelurahan Jambi Timur, Kelurahan Payo Selincah Kecamatan Jambi Timur dan Kelurahan Mayang Mangurai Kecamatan Kotabaru.
Pedagang daging babi di Pasar Angso Duo, Kota Jambi, Ali Ayong mengatakan, kebutuhan daging hewan itu di Kota Jambi setiap hari mencapai 500-600 kg. “Bahkan jika hari Jumat dan Sabtu kebutuhan bisa mencapai 800 kg sehari,” ujarnya.[Lee/U1]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here