Pisang Raja Kinalun, Tahan Penyakit dan Cocok untuk Makanan Olahan

JAKARTA, JIA XIANG – Pisang raja kinalun dikenal sebagai pisang berdaya tahan prima dari serangan penyakit layu karena bakteri dan fusarium. Buah yang matang sempurna pun dapat disimpan lama setelah dipanen. Hal demikian menjadikannya salah satu pisang unggulan.

Demikian hasil penelitian para ahli dan pembudidaya tanaman pisang yang dilansir di situs-situs pertanian dan tanaman buah.

Menurut para ahlinya itu, pisang raja kinalun dipubilkasikan sekitar tahun 2007 sebagai pisang unggulan. Daya tahan spesifik dari serangan penyakit layu karena bakteri dan fusarium itu mejadi salah satu alasan memperoleh kategori unggulan. Bahkan sekalipun jantung pisang tidak dipotong di masa pertumbuhannya, pisang kinalun cukup tahan dari serangan penyakit. Biasanya, pada kebanyakan jenis pisang, jika jantung pisang tidak dipotong saat mulai berbunga, maka pisang tersebut rentan terserang penyakit.

Buah pisang kinalun yang matang sempurna dan sudah dipanen dapat disimpan hingga 24 hari tanpa mengalami kerusakkan. Ini pun menjadi keunggulan tambahan dari pisang tersebut. Karakter ketahanan seperti itu kemudian membuat pisang raja kinalun cocok dijadikan bahan baku untuk industri tepung pisang. Selain itu, pisang kinalun juga lebih cocok dijadikan makanan olahan, dari pada disantap dalam bentuk buah segar.

Satu tandan pisang raja kinalun matang, rata-rata berbobot 12-18 kg dan diisi oleh 8-9 sisir buah. Sedangkan tiap sisirnya memiliki 12-14 buah pisang. Artinya, tiap pohon pisang raja kinalun akan menghasilkan 100-105 buah pisang.

Buah yang matang sempurna panjangnya 10-14 cm, berdiameter 3,5-4,5 cm, serta bobotnya mencapai 95-120 gram. Cita rasa daging buahnya manis dan beraroma harum serta kenyal. Ini sangat baik untuk pisang olahan.

Hasil kajian para ahli, pisang raja kinalun diklaim berasal dari Desa Wera, Kecamatan Dangdeur, Subang, Jawa Barat. [JX/Berbagai sumber/Van]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here