Plasenta Organ Manusia Paling Misterius (1)

(Foto: JX/bbc.co.uk)

WASHINGTON, JIA XIANG – Para ilmuwan berhati-hati menyelidiki plasenta kebiruan yang masih utuh yang disumbangkan setelah melahirkan. Ini adalah organ manusia yang paling misterius dan menyimpan petunjuk bagaimana plasenta memberi kehidupan dan bisa bermasalah, menyebabkan lahir meninggal, kelahiran dini bahkan infeksi seperti virus Zika yang bisa menembus pelindungnya.
Di laboratorium di seluruh Amerika riset penting sedang dilakukan untuk memahami dan memantau jaringan lunak, penuh darah yang sering diabaikan setelah melahirkan, organ yang memberi nyawa sekitar sembilan bulan dan kemudian dibuang. Risikonya sangat besar. Plasenta melakukan segala hal, menumbuhkan jabang bayi, berfungsi sebagai jantung, ginjal dan hati, memberi kekebalan bahkan menghasilkan hormon-hormon penting.
Dr. Nadav Schwartz dari rumah sakit Universitas Pennsylvania, Amerika Serikat mengatakan, sangat sulit untuk memeriksa, mengevaluasi dan memahami plasenta ketika masih dalam kandungan dan berfungsi. “Kita menyia-nyiakan plasenta,” kata Dr. Catherine Spong dari Lembaga Kesehatan Nasional Amerika yang mendorong digalakkannya riset melalui Program Plasenta Manusia bernilai 50 juta dololar AS.
Meski demikian, tambah Dr Spong, plasenta memiliki dampak seumur hidup bagi ibu dan bayi. Dr. Nadav Schwartz sepakat mengenai hal itu. Menurut Schwartz, karena begitu banyak plasenta yang berfungsi baik, kita harus sadar bahwa ada kalanya plasenta bermasalah dan sangat sulit bagi kita untuk melihat apa yang salah sampai bayi lahir.
“Tantangannya adalah kita berusaha mengevaluasi plasenta itu dengan cara agar bisa mengetahui masalahnya lebih awal dan mengatakan ‘kehamilan ini sudah bermasalah’,” ujarnya.
Cacat lahir yang mengejutkan akibat virus Zika memusatkan perhatian akan keperluan mendesak untuk mempelajari bagaimana plasenta yang sehat berfungsi dan menemukan pengobatannya ketika bermasalah. Dr. Yoel Sadovsky, peneliti plasenta terkemuka dari University of Pittsburgh Medical Center, memperingatkan, esok mungkin ada virus baru.
“Jika sebuah virus ingin menyerang manusia, mungkin saat terbaik melakukannya adalah pada masa kehamilan di mana virus menyerang generasi berikutnya,” ujarnya. [JX/bersambung/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here