Plasenta Organ Manusia Paling Misterius (2)

(Foto: JX/rehabcenterforwoman.org)

“Pre-Eclamsia”
Para dokter saat ini hanya memiliki peralatan terbatas untuk memeriksa plasenta sepanjang kehamilan. Seberapapun berharganya plasenta yang disumbangkan, mempelajari plasenta setelah kelahiran bagaikan menghitung lapisan pohon pada pohon tumbang untuk menggambarkan anak pohon.
Yang dibutuhkan ilmuwan dan dokter kandungan adalah cara melihat bagaimana plasenta terbentuk dan berubah dalam berbagai tahap kehamilan. Hal ini dapat membantu melihat lebih dini masalah-masalah seperti pre-eclampsia, yakni komplikasi tekanan darah yang bisa mengancam keselamatan ibu dan bayi. Kondisi itu berdampak sampai 8 persen pada kehamilan, tapi biasanya tidak terdeteksi sampai kuartal kedua meskipun diperkirakan karena plasenta yang tidak normal.
Di sebuah lab di Washington, Avinash Eranki mengamati plasenta yang disumbangkan itu, meneliti bagian yang melekat pada ibu. Lapisan terluarnya terbuat dari sel-sel yang disebut trophoblasts yang merasuk ke dinding uterus kemudian ke pembuluh darah ibu hamil memperbesarnya untuk mengalirkan darah ke jabang bayi.
Teorinya adalah jika sel-sel tersebut meleset dan pembuluh darah tidak cukup besar, dampak buruknya plasenta kesulitan untuk mendukung jabang bayi dan akhirnya menekan organ-organ tubuh sang ibu sendiri.
Tim peneliti dari Children’s National Health System menggunakan bioprinter tiga dimensi untuk menciptakan model unik hidup mengenai bagaimana plasenta terbentuk untuk meniru bagaimana trophoblasts membuat pasokan darah itu. Mesin pencetak itu memasok lapisan demi lapisan sel-sel manusia dan bahan-bahan lainnya yang dibutuhkan agar plasenta tumbuh.
Jika riset itu rampung, model itu bisa membantu para peneliti untuk menguji cara-cara guna mendeteksi pre-eclampsia lebih awal dan melakukan intervensi. Sekarang satu-satunya cara untuk mengatasi penyakit yang parah itu adalah dengan melahirkan bayi secara prematur. [JX/VOA/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here