Plt Gubernur DKI : Percayakan Pada Proses Hukum

Plt Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono. (Foto: JX/Eka)

JAKARTA, JIA XIANG – Hari ini, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri Gelar Perkara kasus penodaan agama dengan terlapor Gubernur non aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Tapi, Ahok, sapaan akrab Basuki tidak hadir dalam gelar perkara itu.

Terkait gelar perkara tersebut, Penjabat Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono mengimbau kepada masyarakat untuk mempercayakan kasus tersebut kepada pihak Kepolisian. Ditegaskan oleh dia, Kepolisian berdiri sendiri dan keputusan nanti tidak bisa diintervensi oleh pemerintah ataupun rakyat.

“Bahwa ini negara hukum. Percayakan semuanya pada proses hukum. Karena itu,  Polri bukannya Polri Pemerintah, juga Polri-nya rakyat Indonesia. Karena itu, kita berikan kepercayaan kepada proses hukum yang di Polri,” ujar Soni, sapaan karib Sumarsono, di Balai Kota Jakarta, Selasa (15/11/16).

Hari ini, agenda gelaran perkara yang terbuka terbatas, menghadirkan ahli-ahli untuk mengemukakan pendapatnya. Diimbau kembali oleh Soni, warga Jakarta dapat menjaga situasi yang kondusif untuk menegaskan persatuan kesatuan.

“Kita percayakan, kepada pihak Kepolisian yang hari ini (melakukan) gelar perkara,” kata dia.

Lalu, Soni pun menjelaskan hubungan antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dengan kasus Ahok sama sekali tidak berkaitan. Status Ahok saat ini adalah Gubernur non aktif karena sudah mengajukan cuti kampanye.

“Ketika Pak Ahok itu cuti, di luar tanggungan negara dan mereka itu non aktif. Berarti sudah bukan garis dalam ranah Pemprov DKI Jakarta,” jelas dia.

Menurut dia, apapun yang dilakukan Ahok saat waktu cuti adalah kegiatan personal sebagai warga biasa karena bukan dalam porsi sebagai Gubernur DKI. “Jadi betul-betul murni sebagai individu bapak Basuki Tjahaja Purnama. Jadi posisi pemprov tetap netral, kira-kira begitu,” pungkas Soni. [JX/CkaE4]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here