PM Cina: Siapa Pun Presiden AS, Hubungan Kedua Negara Terus Berkembang

China-US (Foto: JX/chinausfocus.com)

NEW YORK, JIA XIANG – Perdana Menteri (PM) Li Keqiang menegaskan, Cina dan Amerika Serikat (AS) akan tetap mengembangkan hubungan, tidak peduli siapa yang menang dalam pemilu di negeri Paman Sam itu. Namun PM Cina itu tidak menyebut siapa calon yang akan memenangi pemilu tersebut.

Calon Presiden dari Partai Republik, Donald Trump, pernah menegaskan bahwa bila dia terpilih menjadi Presiden AS, dia akan “membanting” tarif pada barang-barang produk Cina dan mendorong pembicaraan perdagangan yang dinilai sangat ketat.

Sementara pesaing Trump dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, telah mengubah taktiknya di bidang perdagangan, mundur dari pakta perdagangan Pasifik sebelumnya disahkan.

Kedua kandidat itu begitu kritis terhadap Cina terkait pertikaian wilayah di Laut Cina Selatan, yang mudah meledak di Asia dan bisa menjadi penyebab munculnya perselisihan yang signifikan dalam hubungan antara Washington dan Beijing, demikian dikutip kantor berita Reuter.

Li, yang sedang menghadiri sidang Majelis Umum PBB di New York, mengatakan pemilihan presiden AS merupakan urusan internal bagi negara itu, jadi apa yang bisa dia katakan adalah sangat terbatas. “Tidak peduli siapa yang terpilih sebagai presiden AS, saya percaya bahwa ikatan Cina-AS akan terus tumbuh dan pada arah yang positif.”

Menanggapi keluhan dari para pebisnis asing tentang akses terbatas ke pasar Cina, Li n mengatakan bahwa Cina terbuka untuk investasi asing, meskipun beberapa sektor ekonomi dianggap belum “matang”.

“Proses supaya mereka menjadi lebih matang juga proses bagi mereka untuk membuka diri dan juga bidang ekonomi Cina terbuka untuk investasi asing akan meningkat dan Cina akan membuka pintu yang lebih lebar. Pintu akan tidak tertutup,” katanya . [JX/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here