Pola Ganjil Genap Diterapkan di Kawasan “3 in 1”

Ganjil genap yang diterapkan di kawasan 3 in 1 untuk mengurangi kepadatan lalu lintas. (Foto: Ist./W5)

JAKARTA, JIA XIANG – Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama menegaskan ada perbedaan kebijakan ganjil genap yang akan diterapkan saat ini dengan rencana pimpinan sebelumnya, Joko Widodo. Saat ini, kebijakan ganjil genap hanya berlaku di waktu dan tempat yang sama dengan kebijakan ‘3 in 1’ lalu.

“Ganjil genap kita ini, bukan berarti kalau tanggal ganjil, tidak boleh pakai mobil kamu (ganjil) di seluruh Jakarta. Bukan begitu,” kata Ahok, sapaan akrab Basuki, di Balai Kota Jakarta, Senin (20/6/16).

Kebijakan ganjil genap akan berlaku di jalur yang sebelumnya terdapat aturan ‘3 in 1’. Karena menurut Ahok, aturan baru itu akan mengurangi setengah kendaraan yang akan melewati jalur yang padat pada jam-jam sibuk.

“Jadi, jalur yang dipakai, jalur 3 in 1. Karena ganjil genap pasti kan setengah-setengah juga,” lanjutnya.

Ahok kembali menekankan salah satu alasan dirinya menghapus kebijakan ‘3 in 1’. Ia tidak ingin terjadi lagi kegiatan joki ‘3 in 1’ yang dianggapnya tidak manusiawi.

“Kita harapkan, hal ini dapat menghindari joki yang tidak manusiawi. Anak-anak dikasih obat atau kasih apa (supaya tidur),” ungkap Ahok.

Diketahui sebelumnya, jalur ‘3 in 1’ diberlakukan sejak pemerintahan DKI dibawah kepemimpinan Gubernur Sutiyoso. Adapun jadwalnya pada pagi hari pukul 07.00 – 10.00 WIB dan sore hari 16.30 – 19.00 WIB.[JX/Cka/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here