Polisi Inggris Telusuri Jejak Lain Pelaku Bom Manchester

Ungkapan rasa duka warga Manchester (Foto: JX/rtr)

LONDON, JIA XIANG  – Kepolisian Inggris, Selasa (23/5/17), berhasil mengungkapkan nama serangan bom  di Manchester Arena, seusai digelar konser penyanyi asal Amerika Serikat Ariana Grande. Pelaku itu bernama Salman Abedi yang berusia 22 tahun.

Peristiwa yang mengejutkan itu telah mewaskan 22 orang, termasuk anak-anak, dan sekitar 50 orang lainnya luka-luka. Namun polisi masih menyelidiki apakah dia melakukannya sendiri atau ada orang lain yang membantunya.

Sejauh ini polisi Inggris pun terus menyelidiki hubungan Salman dengan perekrutan ISIS di Manchester. Sebuah tim terdiri 30 orang bersenjata lengkap menggerebek rumah pembom bunuh diri itu di wilayah Fallowfield dan polisi menemukan sebuah buku berjudul Know Your Chamicals.

Pihak kemanan pun sebenarnya sudah mengetahui anak muda berusia 22 tahun itu, tetapi dia dianggap tidak masuk dalam kategori risiko tinggi. Tetapi harian Mirror, Inggris, mengeluarkan informasi  tentang investigasi yang tengah dilakukan, tentang hubungan Salman dengan temannya Mancunian Raphael Hostey, yang dikenal juga dengan nama Abu Qaqa al-Britani.

Abedi diyakini sebagai teman keluarga Hostey, yang membujuk ratusan warga Inggris untuk berjuang untuk IS di Suriah. Hostey (24 tahun) juga terlibat dalam serangan bulan Mei tahun lalu.

Raphael Hostey (Foto: JX/rtr)

Abedi juga tumbuh dewasa di SMA Whalley Range, di mana Salma dan Zahra Halane bersekolah, sebelum terbang ke Suriah, di usia 16 tahun, bulan Juni tahun 2014.

Hostey kemudian berhasil memikat “si kembar teror” itu, dan dikhawatirkan dia juga berperan dalam radikalisasi Abedi.  Sementara tetangga Abedi mengatakan perilaku Abedi telah menjadi semakin aneh dan penggemar Manchester United itu membungkus sebuah bendera Irak dari rumahnya.

Simpati

Kondisi ini pun membuat semua pihak prihatin, bahkan konser Ariana Grande di beberapa tempat di Eropa tampaknya akan dibatalkan, tentu dengan alasan keamanan. Memang peristiwa ini sungguh mengguncang. Ternyata tak kurang Ratu Elizabeth II pun sampai-sampai menyatakan simpatinya atas korban tewas dan luka-luka.

Bagi Ratu Elizabeth II serangan di negaranya itu sungguh memilukan, tidak heran dia menyebut peristiwa itu sebagai “tindakan barbar”.  “Seluruh bangsa sungguh terkejut adanya korban tewas dan luka di Manchester,”  tegas Ratu.  “Saya kagum atas cara warga Manchester merespons insiden itu, dengan kemanusiaan dan belas kasih atas tindakan biadab ini”.

Sementara itu, hari Selasa (23/5/17) di Vatikan, Paus Fransiskus juga mengungkapkan kesedihannya atas serangan “barbar” itu.  Dalam sebuah telegram Sri Paus, yang  ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri Vatikan, Kardinal Pietro Parolin, menambahkan bahwa dia sangat sedih mengetahui adanya korban tewas dan luka yang tragis akibat serangan barbar di Manchester.

Paus Fransiskus (Foto: JX/CTV)

“Dengan mengingat  anak-anak dan orang muda yang telah kehilangan nyawa mereka, dan keluarga mereka yang sedang berduka, Paus Fransiskus pun meminta berkat damai, penyembuhan dan kekuatan Tuhan atas bangsa ini,” tulis telegram tersebut.

Selain itu uskup Manchester adalah salah satu pemimpin Katolik pertama yang bereaksi, mengatakan bahwa hal semacam itu “tidak dapat dibenarkan.”

“Kita semua harus berkomitmen untuk bekerja sama, dalam segala hal, untuk membantu para korban dan keluarga mereka dan untuk membangun, serta  memperkuat solidaritas masyarakat kita,” ungkap Uskup John Arnold, dari Salford.

Uskup Arnold juga berterima kasih  atas pelayanan darurat atas “reaksi cepat dan cepat” mereka dan berjanji untuk bergabung dalam doa “untuk semua orang yang telah meninggal dan  mereka yang terluka, keluarga mereka, serta semua yang terkena dampak tragedi ini.”

Sedangkan Kardinal Vincent Nichols, dari Keuskupan Agung Westminster di London, juga mengirim sebuah surat kepada Arnold pada hari Selasa (23/5/17), mengungkapkan belasungkawa atas serangan tersebut.

“Dengan sangat sedih saya mendengar laporan media tentang kekejaman semalam di Manchester,” katanya. “Semoga Tuhan menyambut hadirnya yang penuh belas kasihan, semua yang telah meninggal. Semoga Tuhan mengubah hati semua orang yang melakukan kejahatan dengan pemahaman sejati tentang keinginan dan niatnya untuk kemanusiaan. ” [JX/Rtr/AFP/Mirror/Eka]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here