Presiden Baru Taiwan Kunjungi Panama dan Paraguay

Presiden Taiwan Tsai Ing Wen. (Foto: JX/Forbes.com)

TAIPEI, JIA XIANG – Walaupun Taiwan menghadapi risiko dari Tiongkok, tetapi kepala negara itu tetap menggelar kunjungan ke dua negara sahabatnya di Amerika Latin Panama dan Paraguay.Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen, Jumat (24/6/16) berangkat ke dua negara di Amerika Latin itu. Ini adalah perjalanan pertamanya ke luar negeri setelah sebulan menjabat sebagai presiden.
Kunjungan itu untuk menjalin ikatan lebih erat lagi, namun dikhawatirkan bisa terganggu oleh Tiongkok. Dia juga akan bertemu para pejabat dari kelompok negara-negara yang lebih luas termasuk Amerika Serikat.
Tsai melakukan lawatan sembilan hari perjalanan ke Panama dan Paraguay atas undangan kedua negara itu. Di Panama, Presiden Tsai akan menghadiri upacara peresmian proyek perluasan Terusan Panama, sebuah acara hari Minggu yang menarik perhatian para kepala negara dan pejabat dari sekitar 70 negara.
Taiwan ingin menggunakan negara-negara itu sebagai pendukungnya di PBB dan sekaligus mengesahkan legitimasi hukum Taiwan. Sejauh ini Tiongkok melihat Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya sejak perang saudara tahun 1940-an, dan bukan sebagai negara sendiri.
Penampilan Tsai dalam upacara di Terusan Panama mungkin memberinya kesempatan langka untuk bertemu dengan pejabat Amerika Serikat (AS) yang jarang bergaul dengan para pemimpin Taiwan, kata Alexander Huang, profesor studi strategis di Universitas Tamkang, Taiwan.
Tiongkok memiliki hubungan diplomatik dengan AS dan menentang kontak resmi Amerika dengan Taiwan, meskipun hubungan informal antara keduanya kokoh. Kunjungan Tsai ke Amerika Latin juga akan memperkokoh hubungan dengan Panama dan Paraguay, kata pejabat kementerian luar negeri Taiwan.
Seperti banyak negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Taiwan, negara itu memberikan bantuan pembangunan bantuan pembangunan kepada kedua negara itu. [JX/VOA/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here