Presiden dan Media Sosial

Presiden Joko Widodo kini sudah memiliki akun resmi di situs YouTube.  Sabtu (28/5/16), pagi  presiden meluncurkan akun itu, bukan di Jakarta, tetapi tempat yang dipilih adalah di Bogor, tepatnya di Istana Bogor, yang masih terasa sejuk oleh rindangnya pepohonan Kebun Raya. Akun itu pun langsung bisa diakses mulai pukul 09.00.

Presiden Joko Widodo dalam akun itu menggunakan sapaan yang akrab yaitu Jokowi.  Akun YouTube Jokowi itu bisa diakses melalui URL http://youtube.com/c/jokowi.  Menurut rencana video yang akan diunggah ke akun itu akan diproduksi bersama antara Tim Komunikasi Presiden dengan Biro Pers dan,  Media, seerta Informasi Sekretariat Presiden.

Penggunaan media sosial seperti ini, bukan tren baru. Banyak kepala negara atau pemerintahan lain pun ada yang memanfaatkannya. Sebenarnya banyak hal yang ingin disampaikan melalui media sosial ini. Biasanya, awal dari pemanfaatan media ini, mungkin hanya untuk menceritakan atau berbagi kisah tentang hal-hal yang menarik di luar kehidupan berpolitik dan bernegara.

Tetapi lama kelamaan, media sosial tidak bisa dipastikan menjadi ajang untuk beradu argumentasi, tentang berbagai hal, mulai dari yang ringan, seperti kehidupan pribadi, sampai pada hal-hal yang berat menyangkut politik negara dan kebijakan-kebijakan pemerintah yang menyangkut khalayak ramai.

Media sosial memang saat ini sangat ampuh untuk menyampaikan pesan kepada orang lain. Mungkin yang diharapkan apa yang menjadi pikiran presiden, bisa juga dipahami dan dimengerti oleh banyak pihak. Tetapi apa akan seperti itu? Perlu diingat bahwa media ini adalah terbuka, siapa saja bisa mengomentari dan menanggapinya.

Berbagai hal yang menjadi topik pun mudah menggelembung menjadi besar, hanya dengan sekali tayang.  Nah kalau sudah menggelembung, sulit untuk mengempiskannya. Yang ada justru semakin berlarut-larut dan berkepanjangan. Akhirnya, ujung-ujungnya bukan pencitraan, tetapi menjatuhkan dan mempermalukan pemilik akun di depan umum di dunia maya.

Karena itu, bagi presiden,  apa manfaat penggunaan media sosial ini bagi kehidupannya sebagai presiden dan pribadi? Kita harus bisa memilah dan memilih, persoalan dari dua sisi tersebut. Bagi pemilik akun mungkin mudah melakukannya. Tetapi bagi masyarakat, mungkin ada yang tidak peduli, apa pun topiknya, pasti dianggap sama, presiden sebagai pribadi maupun kepala negara.

Kembali kepada tujuan membuat akun itu di YouTube. Kalau pencitraan, yah, wajar saja. Sebab sekarang lagi eranya media sosial, kalau tidak mengikuti tren, jangan-jangan dituduh ketinggalan zaman atau tidak ikut perkembangan teknologi.

Apa pun alasannya, harus ada penjelasan yang matang, tentang manfaat penggunaan media sosial itu bagi presiden.  Sekali lagi, jangan sampai media sosial ini justru menjerumuskan, atau menghancurkan citra yang tengah dibangun tersebut. Pintar-pintarlah memanfaatkannya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here