Presiden Dorong Pembangunan Sektor Pertanian di Perbatasan

Presiden Joko Widodo dan para petani. (Foto: Ist./W5)

JAKARTA, JIA XIANG – Presiden Joko Widodo menyatakan pembangunan sektor pertanian di perbatasan akan terus dilakukan pemerintah. Tujuannya, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan di daerah pelosok, tetapi juga ditujukan untuk meningkatkan ekspor ke sejumlah negara tetangga.

“Harus ada hilirisasi. Untuk menjadikan produk berikutnya, produk derivatif berikutnya. Produk inilah yang kita harapkan bisa diekspor,” kata Presiden di Jakarta usai membuka Rakernas Pembangunan Pertanian 2017, Kamis (5/1/17).

Jika produksi pertanian di Indonesia dapat ditingkatkan dan telah memenuhi kebutuhan dalam negeri, lanjutnya, maka surplus komoditi ini dapat dijual ke luar negeri. Hal ini, imbuhnya, juga dapat menjaga agar persediaan dan permintaan berjalan seimbang sehingga dapat menstabilkan harga komoditas.

Agar rencana tersebut tercapai, yakni meningkatkan produksi pertanian dan mencapai ketahanan pangan, Presiden telah menginstruksikan agar terus dibangun infrastruktur pertanian seperti embung air dan irigasi, memberikan alat mesin pertanian gratis dan membagikan benih unggul cuma-cuma.

“Stok air tidak ada, orang mau berproduksi dari mana, orang suruh menanam dari mana jika airnya tidak ada. Sehingga itu menjadi salah satu kunci produksi kita naik atau tidak naik,” tandas Kepala Negara.

Pemerintah daerah (Pemda) pun telah diarahkan agar berfokus pada produksi tanaman spesifik sehingga memiliki komoditas unggul masing-masing. Pemda pun diminta agar mengkaji komoditas pertanian yang baik untuk ditanam di wilayahnya.

Jika produksi pertanian telah meningkat, diharapkan badan usaha desa atau pun BUMN mengorganisasi para petani agar dapat berproduksi dengan efisien dan berdaya saing di tingkat internasional.

“Entah korporasi BUMN, entah korporasi dalam Bumdes-Bumdes. Ini akan menggarap produksinya sekaligus menggarap pemasarannya dengan cara-cara modern,” pinta Presiden.[JX/Win]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here