Presiden Joko Widodo Akan Pantau Terus Penanganan Gempa di Pidie Jaya

Presiden RI Joko Widodo. (Foto: Ist./W5)

JAKARTA, JIA XIANG –  Presiden Joko Widodo mengutus Kepala Kantor Staf Kepresidenan Teten Masduki untuk meninjau lokasi bencana gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Pidie Jaya Aceh, Rabu (7/12/16).

Presiden memerintahkan semua pihak bergerak sesuai dengan otoritasnya. Bahkan Kepala Staf Kepresidenan akan meluncur ke Aceh,” kata Presiden di Istana Negara Jakarta, Rabu.

Presiden menambahkan, kalau dirinya sudah menerima laporan  terjadinya gempa tersebut. Dan  Presiden menegaskan lagi bahwa dia akan terus mengikuti perkembangan penanganan bencana itu.

Gempa berkekuatan 6,4 skala Richter (SR) mengguncang Provinsi Aceh, Rabu (7/11/16) pagi.  Pusat gempa berada di 18 km sebelah timur laut Kabupaten Pidie Jaya dan kedalaman gempa 10 km.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gempa itu tidak tidak disertai peringatan tsunami, dan guncangan yang terjadi pada pukul 05.03 WIB sempat membuat warga panik.

Sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh melaporkan gempa dirasakan selama 15 detik di Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Pidie. Kerusakan berbagai bangunan juga terjadi di kawasan itu.

Bahkan, kepada BBC Indonesia, Puteh A Manaf, Kepala BPBD Kabupaten Pidie Jaya mengatakan sebanyak 36 unit toko roboh. “Saat ini saya di Kota Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya. Saya mendapat laporan sebanyak satu orang meninggal dunia lantaran tertimpa bangunan. Ada pula tiga korban luka-luka yang dibawa ke rumah sakit,” kata Puteh.

Jumlah korban jiwa dan skala kerusakan, menurut Puteh, masih terus diperbarui mengingat personel BPBD masih terus berupaya menjangkau seluruh kawasan yang terpapar gempa.

Hasil pemantauan BMKG menunjukkan hingga pukul 05.30 WIB sudah terjadi gempa bumi susulan sebanyak lima kali dengan kekuatan terbesar 4,8 pada skala Richter.

Hingga pada siang ini, korban gempa masih terus berdatangan ke Rumah Sakit Tgk. Chik Ditiro di Kabupaten Pidie Jaya, Selasa, karena rumah sakit di Pidie Jaya sudah tidak mampu lagi menampung pasien. Karena ruang perawatan penuh, maka pasien-pasien yang lain ditempatkan di luar bangsal perawatan. Diperkirakan ratusan warga yang terluka dirawat di rumah sakit tersebut.  [JX/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here