Presiden Joko Widodo: Program “Tax Amnesty” Ikuti Tren Dunia

Presiden Joko Widodo. (Foto: JX/Dok)

HANGZHOU, JIA XIANG – Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa program pengampunan pajak (tax amnesty) telah mengikuti tren dunia yang menginginkan adanya pembaharuan total di bidang perpajakan. Karena itu, di masa depan, semua delegasi menjelaskan bahwa perpajakan harus dirombak. “Kita pun jugua sama. Kita sudah mendahului dengan tax amnesty. Tax amnesty ini adalah arah menuju reformasi perpajakan kita, jangan dianggap ini berdiri sendiri. Tidak,” ujar Presiden kepada wartawan Indonesia, di Hangzhou sebelum menuju bandara Internasional Xiaoshan.
Menurut Presiden, sekarang jangan sampai misalnya Undang-Undang KUP (Ketentuan Umum dan Tatacara Perpajakan), Undang-Undang PPh, Undang-Undang PPn di Indoensia ditinggal oleh tren dunia yang sudah menuju ke arah pembaharuan total. Ini juga harus diikuti, agar Indonesia tidak ditinggal.
Sementara ketika berbicara di forum KTT G20, Presiden Joko Widodo menjelaskan, ekonomi Indonesia adalah ekonomi terbuka dan pentingnya pertumbuhan ekonomi yang inklusif di masa depan.
Jadi, tegas Presiden, Indonesia ingin mendukung upaya-upaya ekonomi melalui kerja sama antarnegara, melalui kerja sama antara anggota-anggota G20. “Dan kita sendiri ingin agar implementasi itu segera kita kerjakan, karena tanpa itu kita akan betul-betul ditinggal,” tegas Presiden.
Hal lainnya yang juga disampaikan Presiden Joko Widodo mengenai pemberantasan korupsi. Katanya, semua negara kini bergerak untuk memberantas korupsi. Hal itu karena korupsi menyebabkan adanya kemiskinan, keterbelakangan, dan kebodohan. Ini merupakan sebuah titik krusial yang harus diberantas bersama-sama dan dengan cara tadi keterbukaan informasi, keterbukaan perpajakan, keterbukaan perbankan. “Ini saya kira arahnya tren dunia akan menuju ke sana,” kata Presiden joko Widodo. [JX/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here