Presiden Kolombia Juan Manuel Santos Raih Nobel Perdamaian 2016

Juan Manuel Santos (Foto: JX/Ist)

OSLO, JIA XIANG – Juan Manuel Santos, Presiden Kolombia, mendapat penghargaan Nobel Perdamaian 2016.

Para juri di Norwegia memuji peran Santos dalam menjalin berdamaian dengan pemberontak FARC. Perjanjian itu sendiri ditandatangani oleh Santos sendiri dan pemimpin FARC Tmoleon Jimenez, bulan lalu setelah digelar perundingan selama empat jam.

Tetapi kesepakatan damai itu hampir saja dibatalkan melalui penolakan rakyat Kolombia melalui sebuah referendum.  Hasil referendum itu memperlihatkan sekitar 50,24 persen  rakyat negara itu menentang perjanjian tersebut. Para pengkirik kesepakatan damai berpendapat terlalu banyak konsesi yang diberikan kepada pihak pemberontak.

Konflik antara pemerintah Kolombia dengan pemberontak FARC yang sudah berlangsung selama 52 tahun itu telah mengakibatkan sekitar 260.000 orang tewas dan lebih dari enam juta penduduk negara itu kehilangan tempat tinggal.

Namun Komite Nobel Perdamaian di Oslo, Norwegia, berpendapat Presiden Santos tetap berjasa dalam mengupayakan perdamaian. “Penghargaan seharusnya dilihat sebagai penghormatan kepada rakyat Kolombia,” kata Kaci Kullmann Five, Ketua Komite Nobel Perdamaian, saat mengumumkannya, Jumat. [JX/BBC/Eka]

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here