Presiden Trump Menangkan Penggunaan Merek Dagang di Cina

Donald Trump (Foto: JX/globaltimes)

BEIJING, JIA XIANG – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memenangkan hak untuk menggunakan namanya sebagai merek pada jasa konstruksi bangunan di Cina.

Menurut para pakar langkah ini adalah sejalan dengan hukum di Cina dan tidak boleh diinterprestasikan sebagai indikasi hubungan bilateral.

Penggunaan hak selama 10 tahun ini digunakan sebagai merek yang seharusnya mulai berlaku pada Selasa (14/2/17), tiga bulan setelah Kementerian Perdagangan dan Industri Negara mengumumkan pada 13 November bahwa aplikasi Trump itu untuk nama merek “TRUMP” telah lolos penilaian awal dan menunggu masukan dari publik selama tiga bulan.

Sinyal registrasi merek Trump pertama ini sudah diberikan di Cina selama masa kepresidenannya, menyusul upaya selama satu dekade untuk memulihkan namanya dari warga Cina yang bernama Dong Wei yang menggugat lewat pengadilan, tulis kantor berita AP pada Selasa.

Dong menggugat nama merek itu melalui pengadilan pada Desember 2006 yang digunakan untuk dekorasi dan memperbaiki properti permukiman dan hotel-hotel. Pendaftaran di pengadilan oleh Dong lebih awal dua minggu dibanding yang diajukan Trump.

Hasilnya, pemerintah Cina menolak aplikasi Trump dengan alasan adanya mekanisme  “ yang pertama datang, akan dilayani lebih dulu”.

Sejak itu, Trump mengajukan banding pada Badan Ajudikasi dan Peninjauan Ulang Merek (TRAB), dan setelah ditolak, dia membawa kasus itu ke Pengadilan Rakyat Menengah No 1 Beijing dan Pengadilan Tinggi Rakyat Beijing, dengan argumentasi bahwa dia cukup terkenal untuk mempertahankan namanya sendiri dari individu orang Cina yang ingin menjatuhkan reputasinya. Namun bandingnya itu pun kembali ditolak.

Kemudian perjuangan terakhir Trump pada Mei 2015. Trump membawa lagi kasus itu ke TRAB pada Juni tahun 2015 dan akhirnya menang, demikian laporan website finansial, Caixin.com.

Menurut pengacara yang menangani kasus ini, Zhou Dandan, keputusan kemenangan itu didasarkan pada hukum merek dagang Cina. “Menurut regulasi itu, individu-individu lain kecuali orang itu sendiri dilarang mendaftarkan nama orang-orang terkenal di bidang politik, ekonomi dan pemuka agama,” ungkap Zhou kepada Global Times, Kamis (16/2/17).

10 Tahun lalu, tidak banyak orang mengenal Trump, dan pendaftaran merek oleh Dong tidak berhubungan dengan Presiden Amerika Serika waktu itu, dia menambahkan. Tetapi ketika Trump menjadi presiden, “sejumlah bukti menjadi mungkin untuk membatalkan merek Dong,” ujar Zhou.

Tetapi menurut Richard Painter, Kepala Pengacara Etnis Gedung Putih di bawah Presiden George W Bush, kepada AP mengatakan, “perlakuan khusus dari Cina bisa diartikan bahwa secara efektif Trump diterima Beijing, langkah ini kemungkinan melanggar konstitusi”.  [JX/Globaltimes/Eka]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here