Pro-Kontra Terhadap Presiden Taiwan di Dunia Maya

Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen. (Foto: JX/AP)

BEIJING, JIA XIANG – Berbagai kritik bermunculan menyerang presiden Taiwan yang baru, Tsai Ing-wen. Salah satu kritik itu datang dari seorang pejabat Tiongkok yang mengatakan presiden Taiwan itu memiliki “gaya ekstremis”, sebab dia tidak menikah.Sebuah artikel di kantor berita resmi Tiongkok, Xinhua berpendapat Tsai adalah presiden perempuan pertama Taiwan, yang tidak memiliki “beban emosional” keluarga, sehingga membuatnya menjadi tidak menentu.
Terkait kritikan itu, Kantor Presiden Tsai tidak berkomentar atas artikel yang ditulis oleh Wang Weixing, anggota organisasi Tiongkok yang berhubungan dengan Taiwan. Namun sejumlah kritik lain bermunculan di internet, termasuk dari para pengguna internet di Tiongkok yang mendukung Tsai yang bersikap terbuka dengan status lajangnya.
Tiongkok tetap menempatkan Taiwan sebagai provinsi yang membangkang, dan tidak terlalu gembira dengan kemenangan Tsai Ing-wen. Partai pimpinannya, Partai Demokrat Progresif atau DPP yang condong kepada kemerdekaan Taiwan dari Tiongkok, menang dalam pemilhan umum Januari 2016, yang sekaligus mengakhiri kepemimpinan delapan tahun Presiden Ma Ying-jeou yang pro-Beijing.
Artikel yang kontroversial itu sudah dicabut Xinhua, tapi sempat beredar luas di internet. “Sebagai politisi perempuan lajang, Tsai Ing-wen tidak memiliki emosi cinta atau keluarga atau anak, sehingga gaya dan strategi politiknya yang tampak lebih emosional, personal, dan ekstrem,” tulis Wang Weixing di artikel itu. [JX/BBC/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here