Program Peng You by Meliá Manjakan Wisatawan Tionghoa

JAKARTA, JIA XIANG – Wisatawan dari daratan Tiongkok dan para keturunan Tionghoa di berbagai negara telah mengubah wajah pelayanan pariwisata dunia, karena mereka menjadi penyumbang pariwisata terbesar di dunia. Data Organisasi Pariwisata Dunia PBB tahun 2015, sebanyak 83 juta masyarakat daratan Tiongkok menghabiskan 102 miliar dollar AS di luar negeri. Jumlah ini menyusul jumlah wisatawan Amerika dan Jerman ke manca negara. Sebuah pengamatan, yang mendukung data kepariwisataan PBB, membeberkan alasannya; ada 107 juta wisatawan outbound dari Tiongkok di tahun 2015, meningkat hampir 20 persen dari tahun sebelumnya.

Hal ini mengakibatkan pertumbuhan jumlah wisatawan Tionghoa, baik yang berasal dari daratanTiongkok langsung maupun wisatawan keturunan Tionghoa dan negara-negara lain termasuk Indonesia, telah menjadi berita utama. Hotel-hotel dan bisnis perhotelan di seluruh dunia meluncurkan produk dan layanan baru untuk beradaptasi dan mengatasi pergeseran pasar ini.

Dikelilingi oleh pemandangan yang asing, terutama ketika bepergian ke luar negeri untuk pertama kalinya, banyak wisatawan yang merindukan rumah mereka. Untuk membuat wisatawan Tionghoa merasa nyaman, penting untuk menciptakan suasana ‘homey’ bagi mereka; bagian dari menciptakan pengalaman ini adalah memahami nuansa budaya dan keinginan para wisatawan Tionghoa.

Misalnya, masyarakat Tionghoa menganggap makan dalam kelompok besar akan mendatangkan keberuntungan, namun banyak restoran di luar negeri yang menata meja makan secara terpisah-pisah. Bagi mereka yang bepergian dalam kelompok besar, akan secara terpisah-pisah seperti itu dianggap sebagai pengasingan dan hal yang tak biasa.

Selain itu, bagi sebagian besar dari mereka, mendapat hidangan Tionghoa setelah sebelumnya banyak mengkonsumsi hidangan barat merupakan hal yang menyenangkan, dan membuat mereka merasa seperti di kampung halaman sendiri.

Gabriel Escarrer, Vice Chairman dan CEO Meliá Hotels International mengemukakan Meliá Hotels International memahami pentingnya memiliki akomodasi dengan suasana ‘homey’. Apalagi Meliá Hotels International merupakan perusahaan hotel yang dikembangkan oleh keluarga. Sepanjang sejarah selama 60-tahun ini, Meliá Hotels International telah berada di garis depan industri perhotelan baik dalam produk ataupun pelayanan.

Untuk memberikan kenyamanan bagi para wisatawan Tionghoa, perhatian harus ditujukan baik pada pengalaman ataupun hal-hal kecil secara keseluruhan.

“Untuk menciptakan keberagaman pengalaman dari hotel kami, kami baru saja meluncurkan program Peng You by Meliá secara global. Peng You by Meliá adalah tolak ukur yang konsisten dari standar fasilitas dan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan dan harapan khusus wisatawan Tionghoa ketika mereka bepergian ke luar negeri,” kata Gabriel.

Ia juga menambahkan “Semua ke-tujuh merek dalam portofolio Meliá Hotels International dapat memilih untuk mendaftarkan diri dalam program ini. Saat ini semua hotel kami di Asia Pasifik, serta Meliá Madrid Princesa dan Meliá Barcelona Sarria, telah meluncurkan program ini. Kami akan memperkenalkan program ini ke 80 hotel kami di seluruh dunia secara bertahap seiring dengan ekspansi kami.”

Kata ‘Peng You’ berasal dari bahasa Mandarin yang artinya adalah teman; Peng You by Meliá merupakan usaha yang sungguh-sungguh untuk menciptakan pengalaman yang menyenangkan bagi para tamu Tionghoa, dari proses check-in, fasilitas di kamar, penawaran dan pelayanan santapan makanan, hingga cara pembayaran yang diinginkan.

Para tamu disambut oleh staf front desk dengan bahasa Mandarin. Kamar-kamar tamu dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti teh dan alas kaki. Untuk sarapan, para tamu memiliki berbagai pilihan makanan tradisional Tionghoa, seperti bubur, mie goreng, dim sum dan goreng-gorengan.

“Di tahun 2016 ini, Meliá Hotels International merayakan hari jadinya yang ke-60 dan kami bangga karena dengan menciptakan program ini, dapat memperkuat posisi kami. Dan kami berharap dapat menyambut para tamu Tionghoa dengan memberikan pengalaman seperti di ‘rumah’ mereka sendiri,” tutup Gabriel Escarre. [JX/PR/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here