Promosi Pariwisata Terhambat

Jia Xiang – Keterbatasan anggaran menjadi salah satu penyebab tidak optimalnya promosi pariwisata Indonesia. Hal tersebut disampaikan Anggota Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI) I Nyoman Kandia dalam keteranganya di sela-sela acara pelantikan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Bali di Denpasar.

Nyoman Kandia mengungkapkan dalam satu tahun idealnya Indonesia membutuhkan dana promosi pariwisata mencapai Rp1 triliun. Kenyataanya pada tahun ini BPPI hanya mendapatkan alokasi dana dari APBN sebesar Rp20 miliar.

Menurut Kandia, jika dibandingkan dengan Malaysia maka besarnya biaya promosi pariwisata Malaysia 20 kali lebih besar dari biaya promosi pariwisata Indonesia. Kandia menegaskan rendahnya anggaran promosi pariwisata Indonesia terjadi karena belum adanya dukungan maksimal bagi pengembangan promosi pariwisata Indonesia oleh anggota dewan. Kandia menambahkan kelemahan promosi pariwisata Indonesia lainnya adalah belum adanya strategi promosi pariwisata yang terencana untuk jangka panjang.

Sedangkan Direktur Eksekutif Asosiasi Hotel Bali Djinaldi Gosana mengatakan kelemahan promosi pariwisata Indonesia selama ini yaitu belum adanya sinergi promosi pariwisata antara pemerintah dengan pelaku pariwisata. Selain itu belum adanya sinergi promosi antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat di wawancarai JiaXiang Hometown berharap penyusunan kebijakan promosi pariwisata  ke depan sejalan dengan upaya pengentasan kemiskinan. Menurut Pastika, kebijakan promosi dan pengembangan pariwisata ke depan harus memberikan kontribusi bagi peningkatan ekonomi masyarakat, terutama bagi peningkatan ekonomi masyarakat desa. Pada tahun ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menargetkan jumlah kunjungan wisatawan yang berkunjung ke Indonesia mencapai 9 juta wisatawan.

Pariwisata untuk Bali, bukan Bali untuk pariwisata, kata Gubernur Bali saat melantik 9 orang jajaran yang akan menjadi Unsur Penentu Kebijakan Badan Promosi Pariwisata Daerah Bali (BPPD), di gedung Wiswa Saba itu.

Badan ini nantinya akan bertugas melakukan promosi bagi pariwisata Bali agar kepariwisataan Bali memiliki kualitas dan kuantitas yang optimal. Gubernur yang menyoroti isu yang berkembang tentang kesenjangan kesejahteraan di Bali berharap ke depannya pariwisata dapat mengentaskan masalah tersebut. “Kita semua berharap masyarakat Bali dapat untuk menikmati kemajuan pembangunan dan kesejahteraan karena berkembangnya pariwisata ini, serta dapat menjadi tuan rumah sendiri.

Ke sembilan nama yang dilantik  didasarkan pada Keputusan Gubernur Bali Nomor 2.136/03-O/HK/2012 adalah , Tjokorda Artha Ardhana Sukawati, Bagus Sudibya, IB Ngurah Wijaya, Yos Wijaya Kajeng Amerta, Sang Putu Subaya, Putu Juarez Robin Purba, Taufik Hidayat, I Komang Gde Bendesa, Soriyini Priartini. [JX/Dea/D9]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here