Proses Globalisasi Meliá Hotels International Dimulai dari Indonesia

Melia Bali, Indonesia 2014, Garden Villa

JAKARTA, JIA XIANG – Proses globalisasi Meliá Hotels International sangat erat hubungannya dengan Indonesia. Meliá Hotels International membuka hotel internasional pertamanya di Nusa Dua Bali – destinasi yang masih berkembang pada waktu itu – setelah menjadi perusahaan hotel terkemuka di negara asalnya, Spanyol.

Meliá Hotels International telah menjadi bagian dari pengembangan Pulau Bali sejak tahun 80-an dan merupakan perusahaan hotel internasional pertama yang memiliki hotel di Pulau Dewata ini; Dengan pengalaman ini dan eksistensi sepanjang 30 tahun di Indonesia, Meliá Hotels International telah meraih popularitas besar akan merek-merek utamanya seperti Gran Meliá dan Meliá, serta sebagai perusahaan manajemen hotel.

Saat ini Meliá Hotels International telah hadir di Indonesia dengan empat mereknya yaitu Gran Meliá, Meliá, Innside by Meliá, dan Sol by Meliá (dengan konsep Sol House & Sol Beach House), dan Meliá Hotels International optimis bahwa merek Paradisus dan ME by Meliá akan segera hadir di pasar-pasar strategis seperti Bali atau Jakarta.

Kunci menuju awal globalisasi ini berasal dari sifat visioner pendiri dan Chairman Meliá Hotels International, Gabriel Es carrer Julià, serta keahlian perusahaan dalam mengelola hotel resor, di mana Spanyol masih menjadi salah satu destinasi terkemuka di dunia. Kesempatan untuk membuka sebuah hotel di Bali – yang ditakdirkan menjadi tujuan wisata utama – menjadi dasar bagi proses globalisasi perusahaan di masa mendatang, di mana saat ini telah hadir di 44 negara, dan menunjukkan komitmen sosial perusahaan yang kuat.

Meliá Hotels International telah belajar banyak dari Indonesia dan keanekaragaman budayanya, menghormati tradisi dan adat istiadatnya, dan menyerap semangat dari destinasi yang bersangkutan. Perusahaan ini menganggap bahwa menghormati keragaman serta pentingnya komitmen sosial dan lingkungan merupakan pemikiran dasar untuk bisnis ini.

Gabriel Escarrer Julià menjelaskan, “Sebagai perusahaan keluarga, strategi pengembangan kami berdasar pada kemitraan jangka panjang. Hal ini terbukti dari hubungan erat kami dengan beberapa mitra kami di Indonesia, yang telah berkerja sama lebih dari 30 tahun untuk mengelola hotel-hotel di Indonesia dan Malaysia. Sebagai perusahaan, kami sangat bangga karena memiliki hubungan baik dengan para mitra kami, dan kami selalu bertujuan untuk mencapai kemitraan yang sama suksesnya dengan para mitra baru kami.”

Proyek Meliá Bali adalah sebuah kesuksesan bagi Meliá Hotels International, dan Bali menjadi salah satu destinasi utama di Asia Pasifik, sebuah wilayah dengan prospek yang sangat baik bagi industri perjalanan menurut Organisasi Pariwisata Dunia: Asia Pasifik mencatat pertumbuhan wisatawan tertinggi pada tahun 2015 dengan presentase sebesar 7 persen, dan akan tetap menjadi wilayah dengan pertumbuhantercepat hingga tahun 2030, dengan perkiraan rata-rata pertumbuhan tahunan sebesar 4,9 persen. Di tahun 2030, 30 persen wisatawan internasional akan mengunjungi destinasi-destinasi di Asia Pasifik.

Meliá Hotels International masih memandang bahwa wilayah Asia Pasifik merupakan fokus prioritas untuk strategi pertumbuhannya, dan memperluas kehadirannya di negara-negara seperti Malaysia, Vietnam, Cina, Myanmar, dan Thailand. Namun jumlah hotel terbanyak milik perusahaan terdapat di Indonesia, dengan lima hotel yang telah beroperasi (Gran Meliá Jakarta, Meliá Bali, Meliá Purosani, Sol Beach House Bali dan Sol House Bali Legian) dengan total 1.394 kamar dan 2.000 karyawan.

Meliá Hotels International melakukan ekspansi di Indonesia secara terus menerus dan saat ini sudah memiliki 10 hotel dalam pipeline yang akan menambah 2.021 kamar lagi dalam dua tahun ke depan: Meliá Surabaya, Innside Yogyakarta, Meliá Makassar, Gran Meliá Bintan, Meliá Ubud, Sol House Jimbaran, Innside Bandung, Meliá Lombok Tangkong, dan Meliá Pekanbaru.

Potensi pasar dan peningkatan permintaan yang luar biasa (inbound dan outbound), seiring dengan keindahan destinasi dan kualitas hotel, mencerminkan bahwa 30 tahun setelah pembukaan Meliá Bali, Indonesia tetap menjadi destinasi prioritas dan pasar bagi pertumbuhan Meliá Hotels International.

Sebagai pendiri dan Chairman Meliá Hotels International, Gabriel Escarrer Juliá, selalu mengatakan, “Kami bangga menjadi bagian dari transformasi Indonesia hingga menjadi destinasi utama di Asia, dan setelah 30 tahun bertumbuh bersama, kami semakin berkomitmen kepada negara ini, dan melakukan tanggung jawab kami dalam pertumbuhan jangka panjang di destinasi ini.” [JX/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here