Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dimulai 2016

JAKARTA, JIA XIANG – Pembangunan kereta cepat Jakarta – Bandung, yang akan ditangani empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dimulai tahun 2016 dan dijadwalkan rampung pada kuartal pertama 2019. Groundbreaking atau peletakan batu pertama diagendakan pada tanggal 9 November 2015 di Walini, Bandung Barat.

Menurut Staf Khusus Menteri BUMN Sahala Lumban Gaol, saat acara join Venture Agreement Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Hotel Pullman, Jakarta, Jumat (16/10/15), konsorsium Indonesia – Tiongkok membutuhkan waktu 3 tahun untuk menyelesaikan jalur dan stasiun kereta cepat.

Adapun empat BUMN yang akan menangani proyek kereta cepat Jakarta – Bandung yang berjarak sekitar 150 kilometer, masing-masing PT Wijaya Karya (Persero), PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Jasa Marga (Persero), dan PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero).

Penjelasan Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Bintang Perbowo, pekerjaan konstruksi, rel hingga persinyalan akan dilakukan oleh Indonesia sedangkan pengadaan rolling stock atau kereta dipasok dari Tiongkok.

“Banyak engineer Indonesia terlibat. 60% local content, 40% impor terutama rolling stock dan material belum bisa dibikin di Indonesia. Kalau pekerjaan sipil seperti jalur, jembatan, rel sampai sinyal dikerjakan kita,” paparnya. Ia menambahkan, PT Wijaya Karya menjadi ketua konsorsium BUMN Indonesia dalam kereta cepat. Perusahaan ini memimpin 3 BUMN lain yang membentuk perusahaan patungan PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI).

Investasi kereta cepat ini, paparnya, sebesar US$ 5,5 miliar. 75% dari total investasi, lanjutnya, dibiayai oleh China Development Bank (CDB) sisanya disokong modal sendiri dari konsorsium BUMN China-Indonesia yakni PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Di jalur kereta cepat Jakarta – Bandung, jelasnya, akan memiliki delapan stasiun yang dimulai dari Gambir, Jakarta Pusat. “Stasiunnya di Gambir, Manggarai, Halim, Karawang, Walini, Kopo, dan Gede Bage. Jadi ada 8 stasiun kalau dari awal,” kata Bintang.

Persiapan pembangunannya saat ini, menurut dia, sudah diselesaikan satu persatu. “Semuanya sudah finalisasi, konstruksinya selesai pertemuan ini akan mengurus izin, konstruksi bisa di mulai awal tahun 2016, dan selesai 2018, dan operasi di akhir semester I 2019. Akhir November bisa signing closing financial,” ujarnya.

Ditanya tentang harga tiket? Bintang memperkirakan akan dibanderol antara Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu. Penetapan harga tersebut merupakan hasil studi yang dilakukan oleh konsorsium BUMN. “Harga tiket kami asumsikan, kami hitung di dalam FS dalam USD16 dolar, kurang lebih Rp 200 ribu – Rp225 ribu,” tuturnya. [JX/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here