PT KAI Kaji Kereta Bandara Berangkat dari Stasiun Jakarta Kota

JAKARTA, JIA XIANG – Stasiun Jakarta-Kota akan menjadi alternatif stasiun keberangkatan kereta rel listrik menuju Bandar Udara (Bandara) Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang. Rencana alternatif ini sebagai upaya memecah kepadatan para penumpang yang akan berangkat melalui Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan.

Menurut Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Edi Sukmoro, saat meninjau jalur Kereta Bandara di Jakarta, Senin (7/11/16), rencana tersebut tengah dibahas dengan PT Railink, operator yang akan mengoperasikan kereta bandara tersebut.

“Kita pelajari lagi rencana pemberangkatan dari Stasiun Jakarta Kota. Kalau ini bisa, kepadatan Stasiun Manggarai bisa tertolong, ” jelasnya. Bila pemberangkatan kereta bandara dari sini, lanjutnya, rutenya Jakarta Kota-Kampung Bandan-Duri-Batu Ceper-Bandara Soetta. Sementara rute kereta bandara dari Manggarai, yaitu Manggarai-Sudirman Baru-Batu Ceper-Bandara yang diperkirakan hanya memakan waktu tempuh 54 menit.

Edi mengusulkan hal tersebut sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo saat meninjau jalur kereta menuju Bandara Soetta, Jumat (4/11/16) lalu. Presiden didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno.

Dia harus gerak cepat karena Presiden menginginkan agar bandara-bandara besar, termasuk Bandara Soetta, ini bisa diakses dengan kereta. Pembangunannya ditargetkan rampung  pada Semester I 2017 atau sekitar Juni-Juli 2017. Saat ini, menurut dia, progresnya sudah 78 persen, termasuk pembebasan lahan, dan pembangunan Stasiun Sudirman Baru dan pengembangan Stasiun Duri dan Stasiun Batu Ceper.

Menurut dia, dibandingkan Stasiun Manggarai, kondisi Stasiun Jakarta Kota masih lebih lapang. Areanya, katanya, masih lebih luas dari Stasiun Manggarai dan beban penumpangnya tidak begitu berat serta bisa diakses dengan kereta rel listrik (KRL).

“Jadi, penumpang bisa naik KRL untuk menuju keberangkatan Stasiun Jakarta, tidak perlu lagi bawa mobil pribadi. Dari Stasiun Pasar Senen pun bisa ke situ,” katanya.

Kantong-kantong parkir, menurut Edi, memang perlu dikaji lebih lanjut. Sebab, dengan dibukanya keberangkatan menuju bandara, maka diperkirakan akan kendaraan terparkir jumlahnya akan meningkat.

Terkait tarif, Edi akan membahasanya kembali dengan PT Railink apakah kemungkinan akan ada peberdaan besarannya dibandingkan dengan keberangkatan di Stasiun Manggarai.

Direktur Utama PT Railink Kuswanto menerangkan, terkait tarif akan dibahas kembali. Rencana awal, lanjutnya, sama dengan kereta bandara Kualanamu, Medan, yakni Rp 100.000.

“Namun, kita sudah menyusun tarif yang lebih murah jika berangkat secara berkelompok atau rombongan. Bisa menghemat hingga 20 persen,” paparnya.[JX/Win]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here