Ranieri: Ada Orang yang Ingin Saya Dipecat

Gambar Claudio Ranieri (paling depan). (Foto: JX/BBC)

LONDON, JIA XIANG –  Mantan manajer Leicester City, Claudio Ranieri, yakin bahwa ada seseorang di dalam klub itu yang menentangnya. Ranieri pun tidak pernah berpikir kalau para pemainnya yang menghendaki dia dipecat.

Pria asal Italia yang berhasil membawa The Foxes, julukan Leicester, meraih gelar juara Liga Primer tahun lalu, dipecat bulan Februari lalu. “Saya tidak percaya para pemain saya yang membunuh saya. Tidak, tidak, tidak,” ujarnya kepada Sky Sports.

“Mungkin ada seseorang di belakang saya. Saya memiliki sedikit masalah setahun sebelum kita merah gelar juara. Mungkin tahun ini, saat kita kalah, orang ini sedikit menekan,” ungkapnya.  Saat dipecat posisi Leicester berada satu poin di atas zona relegasi Liga Primer.

Sementara Asisten Manajer, Craig Shakespeare, menggantikan posisi Ranieri dan membawa kemenangan berturut-turut dalam pertandingan berikutnya di Liga Primer. Sedangkan di ajang 16 besar Liga Champions, Leicester berhasil menang atas Sevilla.

“Saya mendengar banyak cerita,” tambah pria berusia 65 tahun ini, yang menolak mengidentifikasi orang yang menghendakinya hengkang dari Leicester. “Saya tidak mau mengatakan nama orang itu. Saya orang yang loyal. Yang harus saya katakan adalah bertatap muka langsung.”

Setelah Ranieri dipecat, muncul beberapa laporan yang menyebutkan bahwa para pemain diperalat. Menurut penyerang Leicester, Jamie Vardy, dan penjaga gawang Kasper Schmeichel, secara terbuka menyangkal kalau para pemain klub itu terlibat pemecatan Ranieri.

Bahkan beberapa rekan manajer di klub Liga Primer pun memberikan reaksi mereka. Bahkan mantan pemain Leicester dan penyerang timnas Inggris, Gary Lineker, mengatakan bahwa dia meneteskan air mata mendengar berita pemecatan itu. [JX/BBC/Eka]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here