Rasa Pedas dari Imperial Chef

Jia Xiang – Masakan Cina  yang ada di Indonesia beraneka ragam. Bahkan sekarang bukan sekadar Chinese food saja, tetapi sudah lebih spesifik lagi yaitu mengarah ke salah satu daerah di Cina, sebut saja Sichuan. Banyak pula restoran  yang menjual makanan dari daerah tersebut yang katanya memiliki citarasa kaya dengan empat unsur utama yakni spicy, hot, fresh and fragrant (pedas, panas, segar dan harum).

Citarasa pedas masakan Sichuan hampir sebagian besar berasal dari penggunaan cabai dan  lada Sichuan (Szechuan pepper) yang memiliki aroma sangat harum dan memberikan sensasi tesendiri.

Di Jakarta, untuk menemukan restoran yang secara spesifik menawarkan masakan Sichuan dengan citarasa asli bisa dibilang tidaklah mudah, sebab kebanyakan restoran hanya menyajikan satu atau dua menu masakan  Cina.

Menyadari hal tersebut, restoran Imperial Chef  mendatangkan juru masak langsung dari Provinsi Sichuan, Cina, untuk meracik masakan asli daerah itu dengan menggunakan beberapa ramuan  asli impor langsung dari negeri tirai bamboo itu.

“Ciri khas Imperial Chef ada pada rasa pedasnya yang membuat pelanggan-pelangan di sini akan kembali menikmati masakan yang kami tawarkan,” jelas Muhammad Fikri Restorant Manager Imperial Chef Mall Taman Anggrek, Jakarta Barat, kepada Jia Xiang Hometown, hari Rabu (11/9/13).

Tidak heran bila menu  favorit para pelanggan restoran ini ialah fillet ikan hidup  dengan sup asam pedas dan sapi rebus kuah pedas ala Sichuan.

“Cara memasaknya adalah tulang ikan  digoreng sebentar,  lalu dicampur dalam kuah kaldu sup,” jelasnya. Kemudian, citarasa kuah yang asam dan sedikit pedas sangat cocok dipadu dengan fillet ikan yang super lembut dan segar,  serta dilengkapi  soun dan sayur asin asli dari negeri asalnya. Tidak heran kalau menu favorit yang satu ini memang best seller di sini, ujar Muhammad Fikri.

Untuk pilihan ikan pada menu makanan itu, ungkap Fikri,  Imperial Chef menggunakan kerapu atau ikan malas.  Namun menurut dia, pelanggan di sini lebih suka dengan ikan malas, sebab  tekstur dagingnya lebih lembut dibanding dengan ikan kerapu.

Selain masakan berbahan dasar ikan, Imperial Chef juga mempunyai makanan unggulan lainnya yaitu sapi rebus kuah pedas ala Szechuan. Sesuai namanya, makanan  yang satu ini paling pedas dengan kombinasi potongan daging sapi, dicampur jamur enoki, sawi putih, dan biji mala.

Rasa yang paling menonjol bila menyantap masakan ini adalah terletak pada biji mala.  Menurut Fikri, biji mala merupakan ciri khas Szechuan. “Kalau kita menggigit biji mala, lidah seperti kesemutan dan menjadi terasa kebal,” terangnya. Sedangkan daging sapinya  dipilih yang memiliki struktur super empuk, lembut, dan tidak banyak lemak. Menu ini benar-benar membuat orang ketagihan ketika dimakan bersama dengan  kuah pedasnya.

Citarasa asli Szechuan sangat cocok di lidah orang Indonesia, yang juga merupakan penikmat masakan pedas. Satu hal yang disukai adalah efek pedas  hanya di mulut dan di dalam perut lebih terasa hangat. “Yang pasti kita menawarkan menu-menu pedas yang sangat disuka oleh orang Indonesia,” jelasnya.

Fikri menjamin jika sekali saja orang mencoba masakan-masakan tersebut, pasti ada keinginan untuk kembali menyicipi makanan lainnya. “Menu-menu favorit di sini tidak itu saja, masih banyak jagoan-jagoan kita untuk memanjakan lidah,” katanya.

Sementara itu bicara makanan tidak lengkap tanpa membahas mininumannya. Untuk minuman, Imperial Chef mempunyai andalan  yang sering di pesan oleh para tamu. “Jus sirsak merupakan minuman andalan di sini, sebab buahnya fresh.  Kalau ada yang pesan, baru kita potong-potong buahnya. Pokoknya sangat fresh,”  tegas Fikri. [JX/Yuv/E4]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here