Rayakan Imlek, Warga Beijing Dilarang Nyalakan Kembang Api dan Petasan

(Foto:JX/Ist)

BEIJING, JIA XIANG – Pemerintah Kota Beijing mengatakan kepada para pejabatnya untuk menjadi contoh bagi masyarakat sekitarnya untuk tidak menyalakan kembang api atau petasan dalam menyambut Tahun Baru Imlek. Hal ini untuk mencegah kualitas udara Beijing yang makin dipenuhi asap.

Awal bulan ini pemerintah Beijing melarang kegiatan yang menambah buruknya kualitas udara kota itu. Karena itu, Jumat (27/1/17) pemerintah Kota Beijing berharap para pejabatnya tidak membakar petasan atau kembang api di rumah masing-masing. Asap, dari kembang api dan petasan, akan memenuhi udara kota itu dan dibutuhkan waktu beberapa jam untuk hilang.

Dalam menyambut Tahun Baru Imlek, yang dimulai pada Jumat itu, biasanya warga di berbagai kawasan di Cina menyalakan kembang api dan petasan, sebagai bagian dari ritual tradisi negeri itu yang tujuannya dapat membawa keberuntungan dan mengusir roh jahat.

Tetapi dengan muncul kekhawatiran tentang polusiudara yang meningkat di Beijing, maka pemerintah kota itu membatasi berbagai kegiatan yang dapat memperburuk kualitas udaranya.

Tidak heran bila pemerintah Kota Beijing berharap para pejabatnya menjadi “contoh” untuk tidak membakar kembang api dan petasan. “Ini hanya untuk memicu munculnya kesadaran tentang lingkungan dan tanggungjawab,” ujar imbauan pemerintah Kota Beijing yang dikeluarkan belum lama ini.

Selain Beijing ada juga provinsi lain seperti Henan dan Kota Heibei juga melarang warganya memasang kembang api dalam merayakan Tahun Baru Imlek. Bila ada yang melanggar maka mereka akan ditangkap. [JX/Reuter.Com/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here