Rencana Aksi Global Berantas Virus Zika Siap Digelar WHO

JENEWA, JIA XIANG – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memusatkan perhatiannya pada upaya memobilisasi dan berkoordinasi dengan para para ahli dari mitra kerja lembaga itu untuk membantu negara-negara di seluruh dunia dalam mengatasi virus Zika.Strategi yang ditetapkan WHO ini termasuk meningkatkan pengawasan virus Zika dan penyakit-penyakit yang mungkin terkait dengan itu. WHO juga berupaya menghentikan penyebaran nyamuk pembawa virus itu dan memberikan informasi kepada masyarakat, sehingga mereka dapat mengambil langkah-langkah melindungi diri sendiri.
Strategi WHO ini juga menyerukan untuk menjamin perawatan medis bagi mereka yang terinfeksi dan penelitian jalur cepat dan pengembangan vaksin, diagnosa dan terapi, ungkap Juru Bicara WHO, Christian Lindmeier kepada VOA, sambil menambahkan, rencana darurat baru itu merupakan bagian penting dari tanggapan internasional terhadap penyebaran virus Zika.
“Ini cara yang sangat penting supaya kita bisa menanggapi dengan sangat fleksibel, dan cepat, serta mengajak semua mitra bergabung secepat yang diperlukan,” kata Lindmeier.
Virus Zika ditemukan di Uganda pada tahun 1947. Dari Afrika menyebar ke daerah-daerah lain. Infeksi penyakit itu ringan dan tidak mengancam jiwa. Tapi Lindmeier mengatakan kemungkinan adanya hubungan virus itu dengan microcephaly dan penyakit syaraf Guillain Barre, membuatnya sangat khawatir. Untuk mengatasi kemungkinan merebaknya penyakit itu, WHO pun minta dana sebesar 56 juta dollar AS untuk membiayai Rencana Aksi Global pemberantas virus tersebut.
Kekhawatiran itu, ungkapnya, yang mungkin mendorong WHO menyatakan bahwa Zika merupakan keadaan darurat bagi kesehatan masyarakat yang menjadi keprihatinan internasional.
WHO mengharapkan, pihaknya dalam beberapa minggu ke depan bisa mengetahui lagi apakah ada hubungan antara virus Zika dan microephaly. Bahkan, tambahnya, vaksin Zika baru akan tersedia paling lambat 18 bulan lagi. [JX/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here