Replika Masjid Cheng Hoo Terbuat dari Coklat

Pengunjung hotel mengamati replika Masjid Cheng Hoo. (Foto: JX/Budi Arie Satriyo)

SURABAYA, JIA XIANG – Berbagai upaya dilakukan para pengelola hotel di Surabaya untuk bisa memberikan nilai lebih kepada para tamunya selama bulan Ramadhan. Managemant Hotel Mojopahit, misalnya, mencoba menghadirkan replika Masjid Cheng Hoo Surabaya.

Marketing Communication Hotel Majapahit Igga Mune mengatakan, pihaknya sengaja memilih membuat replika Masjid Cheng Hoo karena masjid berarsitektur Tiongkok ini merupakan simbol keragaman budaya di Surabaya. Sebelumnya, pada Ramadhan tahun 2015 lalu mereka juga membuat replika Masjid Qolsharif dari Rusia.
Hotel yang dulu dikenal sebagai Hotel Oranye dan juga merupakan bangunan cagar budaya itu, membuat replika Masjid Cheng Hoo dengan bahan dari dark Chocolate, White Choolate serta Stereofoam.

Pembuatan replika masjid yang mempunyai lebar 180 centimeter dengan ketinggian 1 meter itu, untuk pengerjaan detailnya dikerjakan Chef Wiwit dan Chef Choiron dari Departement Food and Beverages (F&B) Hotel Majapahit.

Keduanya dengan telaten mengerjakan setiap detail ornamen masjid, mulai dari kubah khas budaya Tiongkok, hingga lafal Arab, serta detail ornamen di dalam masjid tergambar dengan cukup bagus. Hampir 90 persen detailnya menyerupai masjid aslinya yang berlokasi di Jalan Gading, Ketabang, Genteng.
“Mereka membutuhkan waktu satu bulan untuk membuat replika Masjid Cheng Hoo serta membutuhkan 20 kilogram drak coklat serta 12 coklat putih,” kata Igga Mune seraya menjelaskan, untuk lapisan coklat replika membutuhkan lima lapis karena tidak bisa langsung menyerap.

Lebih lanjut dikatakan Igga Mune, rencananya replika Masjid Cheng Hoo yang dipajang dan dipamerkan untuk umum sejak awal Ramadan lalu itu akan dilakukan sampai Lebaran. [JX/Bas/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here