Resapan Air Buruk, Ahok Akui Jakarta Belum Bebas Banjir

Salah satu kawasan di Kelapa Gading, Jakarta Utara, masih banjir. (Foto: JX/Dok}

JAKARTA, JIA XIANG – Hujan yang turun pada beberapa waktu lalu di ibukota masih menimbulkan titik-titik genangan. Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama mengaku wajar hal itu terjadi karena daerah resapan dan saluran air di DKI belum berfungsi dengan baik.

“Genangan pasti akan banyak. Apalagi di barat, itu memang saluran meluap. Sementara ini kalau belum normalisasi, RTH belum 30 persen. Termasuk normalisasi sungai, genangan pasti ada,” kata Ahok, sapaan karib Basuki, di Kantor Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Utara, Selasa (1/3/16).

Kalau pintu air di dekat tempat meluapnya air, Ahok memperkirakan genangan tidak akan lebih dari satu hari. Selain itu, pompa juga menjadi kendala karena tidak semua bisa berjalan semestinya.

“Pompa pasti tidak semuanya jalan. Lalu ada tali air sebanyak 1.086 belum dapat terhubung. Serta banyak proyek apartemen atau jalan layang dan segala macam yang menyebabkan banyak saluran air tidak dapat tersambung,” lanjut Ahok.

Perlintasan air atau crossing seperti yang dibangun di daerah Matraman, Jakarta Timur dan tol Cengkareng merupakan salah satu upaya mengurangi genangan yang ada di Ibukota. “Termasuk di daerah Gunung Sahari, kita bangun lebih tinggi lagi untuk tatanan airnya,” pungkas Ahok.[JX/Cka/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here