Rezeki “Bacang” untuk Aliong

[JX/Ivan Lawendatu]

JAKARTA, JIA XIANG – Menurut Aliong, pada perayaan festival Duan Wu yang jatuh hari Kamis (9/6/16), warga Tionghoa yang masih memegang budaya leluhurnya akan berdoa serta menyantap kue bacang di lingkungan keluarga atau kerabatnya masing-masing. Menyantap kue bacang dan lomba perahu naga merupakan dua kegiatan yang biasa dilakukan saat festival Duan Wu yang sudah diadakan sejak 2000 tahun lalu.

Aliong, pemilik ”Toko Kuwe, Fay Kie” di Pasar Petak Sembilan, Jakarta Barat, masih setia melestarikan budaya leluhurnya dan pada tahun 2016 ini, kue bacang jualannya cukup laris karena terjual sekitar 500 kue. Padahal untuk hari biasa, hanya terjual sekitar 50 kue.

Satu kue bacang milik Aliong harganya antara 20 hingga 100 ribu rupiah, tergantung isi yang ada di dalamnya. Misalnya isi daging, kacang merah, telur, dan gula. Bahkan kue bacang yang memadukan berbagai macam isi harganya lebih mahal dari bacang yang isinya hanya satu macam.

Festival Duan Wu sendiri dimaksudkan guna mengenang kepahlawanan seorang tokoh bernama Qu Yuan yang rela mengorbankan nyawanya untuk kepentingan negara, saat Dinasti Chu berkuasa di Tiongkok. Festival ini biasanya berlangsung tanggal 5 bulan 5 menurut penanggalan Imlek.[JX/Ivan Lawendatu]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here