Ribuan Jenis Tanaman Terancam Punah

(Foto: JX/earthtimes.org)

LONDON, JIA XIANG – Dari 390.900 jenis  tanaman yang ada di Bumi ini, ternyata 21 persen kini berada atau berisiko punah. Ancaman terbesar untuk kepunahan itu akibat adanya kebutuhan untuk pertanian, dan kemudian deforestasi untuk diambil kayunya kemudian disusul guna kepentingan konstruksi bangunan dan infrastruktur.Demikian sebuah laporan yang diterbitkan, Selasa (11/5/16) oleh Royal Botanic Gardens, di Kew. Sementara itu, perubahan iklim diperkirakan akan tumbuh sebagai faktor yang sangat mempengaruhi lebih besar dalam waktu dekat. Contoh yang bisa dilihat adalah pertumbuhan biji kopi saat ini, telah dipengaruhi oleh kenaikan suhu. Namun di antara jenis tanaman yang terancam punah itu, ditemukan pula sekitar 2.034 spesies tanaman baru pada tahun 2015.
Hasil penelitian ini hanya mengorek di permukaan saja, ada “ribuan lagi di luar sana yang kita sama sekali tidak tahu,” kata Direktur Royal Botanic Gardens Inggris di Kew, Kathy Willis, yang memimpin penelitian itu.
Ada spesies tanaman yang sifatnya perusak, jumlahnya diperkirakan 4.979. Mereka ini dalam pengawasan ketat oleh para peneliti. Spesies-psesies ini yang menyebabkan kerusakan lingkungan dan biasanya sulit dan mahal untuk menyingkirkannya. Biaya global spesies invasif atau perusak ini diperkirakan hampir lima persen dari ekonomi dunia, ungkap laporan tersebut. Sedangkan hama dan penyakit lainnya juga masuk dalam terdaftar ancaman masalah besar juga.
Sekarang, menurut laporan itu, dengan munculnya tantangan global seperti pertumbuhan penduduk, perubahan penggunaan lahan, penyakit tanaman dan hama, ada urgensi meningkat untuk menemukan dan melestarikan tanaman liar.
“Memiliki akses ke kumpulan genetik yang besar dan beragam ini sangat penting jika kita ingin memberikan tanaman-tanaman itu kemampuan yang memungkinkan memiliki ketahanan hidup dalam menghadapi perubahan iklim, hama dan penyakit, dan akhirnya mendukung keamanan pangan global,” tulis laporan tersebut.
Jumlah tanaman yang diperkirakan oleh para peneliti di Kew tidak termasuk ganggang, lumut, lumut hati dan beberapa jenis tanaman air. [JX/Xinhua/Eka]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here