Ribuan Warga Bali Gelar Aksi 1001 Lilin untuk Ahok

Warga di Denpasar, Bali, menyalakan lilin sebagai ungkapan simpati ke Ahok. (Foto: JX/Dearna)

DENPASAR, JIA XIANG – Ribuan warga Bali tumpah ruah di lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Kamis (11/5) malam. Mengenakan dress Code warna hitam, mereka menggelar aksi 1001 Lilin, untuk memberi dukungan moral kepada Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) dan keluarganya.

“Ini sebagai bentuk dukungan kami kepada Pak Ahok,” ujar Kadek, salah satu peserta aksi 1001 Lilin.

Peserta lainnya, Fransiskus Boni Ventura, mengaku tergerak hatinya untuk ambil bagian dalam aksi tersebut. Ia menilai, vonis dua tahun penjara terhadap Ahok tidak adil. Ia meyakini, Ahok tidak melakukan penodaan agama.

“Kami bersimpati kepada Ahok. Putusan pengadilan itu tidak adil untuk Ahok,” ujarnya.

Mereka menilai, dengan rekam jejak Ahok selama ini maka tidak pantas dia dipenjara. Mereka menilai ada intimidasi terhadap proses peradilan terhadap Ahok dinilai. Vonis terhadap Ahok merupakan ujian berat bagi Indonesia. Segenap komponen bangsa diharapkan untuk bahu membahu melawan kelompok radikal yang berusaha mencabik Kebhinekaan dan NKRI.

Aksi solidaritas terhadap Ahok juga dilakukan di daerah lain di Tanah Air. Selain Bali dan Jakarta, aksi ini juga dilakukan di Yogyakarta, Manado, NTT dan daerah lainnya.

Pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), pada Jumat (12/5/17), kembali berdatangan ke Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Di sini, sejak Selasa (9/5/17) malam, Gubernur DKI itu ditahan. Tak hanya dari Jakarta, seperti laporan antaranews.com, pendukung datang dari berbagai daerah, termasuk dari Balikpapan, Kalimantan Timur.

Sayangnya mereka tidak diizinkan masuk menemui Ahok.

“Katanya (petugas jaga) belum boleh ditengok. Cuma titip salam untuk Ahok, supaya tetap semangat, ” kata Henny Tri Haryani, saat ditemui d Mako Brimob.

Henny sengaja datang bersama pendukung lainnya Sabri Ramdhany dan Anita, untuk memberi dukungan kepada Ahok yang kini ditahan di Mako Brimob.

Mereka berada di Jakarta sejak Kamis (11/5) dan baru berkunjung ke Mako Brimob hari ini karena mengetahui jam besuk setiap Selasa dan Jumat.

Sabri mengaku dirinya tidak mengenal Ahok secara pribadi namun ia melihat rekam jejaknya semasa memimpin Jakarta, yang dinilai mampu memperbaiki ibu kota.

Sabri, yang kuliah di Jakarta pada tahun 70an, berpendapat Jakarta berubah ke arah yang lebih baik selama dipimpin Ahok, mirip ketika dipimpin Ali Sadikin dulu.

Hingga siang ini, baru mereka yang datang ke Mako Brimob untuk memberi dukungan  kepada Basuki Tjahaja Purnama. [JX/drn/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here