Ritual Jelang Waisak di Taman Sungai Tuk Mudal

Ritual Tribuana Manggala Bhakti jelang perayaan Waisak. (Foto-foto: JX/Dimas Parikesit)

KULONPROGO, JIA XIANG – Ratusan umat Buddha di Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (15/5/16), menggelar ritual doa bersama dan mengambil air suci dari sumber mata air. Letak sumber air  di Taman Sungai Tuk Mudal di Jatimulyo, Girimulyo. Kegiatan tersebut merupakan salah satu dari rangkaian peringatan Waisak 2560.

Sebagian besar umat, yang mengikuti ritual dari awal hingga akhir, mengenakan pakaian adat Jawa.

Ritual pengambilan air suci dilakukan secara hikmat oleh tiga orang pandita di depan mulut sumber mata air Sungai Mudal.

Setelah melakukan ritual doa dan pengambilan air suci dilanjutkan dengan ritual penyelamatan alam, atau dikenal dengan Tribuana Manggala Bhakti.

Diawali dengan menanam pohon yang sebagai simbol penyelamatan tanah, kemudian melepaskan bibit ikan di Sungai Mudal sebagai simbol penyelamatan  air, dan diakhiri dengan melepas burung sebagai simbol penyelamatan udara.

“Prosesi rangkaian peringatan Waisak di Taman Sungai Mudal diadakan untuk pertama kalinya, dan kami berharap umat dan seluruh masyarakat dapat menjaga kelestarian alam,” ujar Pandita Muda Totok Tejomanu, Majelis Agama Buddha Theravada Yogyakarta.

Air suci yang diambil dari sumber mata air Sungai Mudal akan dibagikan ke sejumlah vihara yang ada di Kulonprogo. Seluruh masyarakat baik tua atau muda, lanjut Totok, harus terlibat dalam penyelamatan alam supaya tercipta alam yang tetap lestari.

Acara diakhiri dengan makan ketupat dan tempe bersama dengan umat dan masyarakat sekitar.

Ritual Tribuana Manggala Bhakti menjadi daya tarik tersendiri bagi warga sekitar dan wisatawan. [JX/Dms/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here