Ritual Mendoakan Bayi di Vihara Giriloka, Kulonprogo

Ritual mendoakan bayi dipimpin oleh Bhikkhu Sangha Piya Dhiro. (Foto-foto: JX/Dimas Parikesit)

KULONPROGO, JIA XIANG – Saat pagi hari yang sejuk di Desa Gunung Kelir, para ibu sibuk mempersiapkan ritual prosesi mendoakan bayi mereka di Vihara Giriloka, Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ritual mendoakan bayi ini telah dilakukan untuk  yang  kedua kalinya oleh umat Buddha di Gunung Kelir.

JIA001b“Perhatian orangtua dan para tokoh agama pada anak sangat penting untuk tumbuh kembang anak,” ujar Pandita Muda Totok Tejomanu, Majelis Agama Buddha Theravada Yogyakarta.

Ritual mendoakan bayi dan anak-anak saat hari raya mengikuti tradisi Jawa yang bernama Suwuk atau Timbul. Dalam tradisi Buddhis, lanjut Totok, dulu Sidharta Gautama saat kecil juga diberkahi oleh para pertapa.

Sebelum memasuki Vihara, orangtua yang membawa bayi atau anak-anak melakukan prosesi siram air suci ke patung sang Buddha di depan pintu masuk Vihara.

JIA002bRitual mendoakan bayi dipimpin oleh Bhikkhu Sangha Piya Dhiro. Ketika air suci mulai di percikkan oleh Bikkhu,  terdengar ramai suara tangisan bayi.

Salah satu umat, Puji Astuti yang membawa anaknya untuk pertama kali dalam ritual mendoakan bayi mengaku sangat senang, dan berharap semoga anaknya diberkahi dan senantiasa diberikan kesehatan dan kepintaran.[JX/Dms/W5]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here