Rumah Kekaisaran di Kota Terlarang Direnovasi

(Foto : JX/Chindaily)

BEIJING, JIA XIANG – Museum Istana, juga dikenal sebagai Kota Terlarang, mulai menjalani renovasi salah satu bagian yaitu di halaman utama rumah kekaisaran. Langkah ini dalam upaya untuk lebih melindungi bangunan yang sudah berusia hampir 500 tahun. Dan langkah ini akan menjadi contoh dalam melestarikan bangunan bersejarah lainnya.
Aula Budidaya Mental atau Yangxin Dian, dibangun pada tahun 1537, belum direnovasi di selama 35 tahun. Diharapkan renovasi selesai dan tempat itu akan dibuka kembali pada tahun 2020 dengan mempamerkan 1.890 artefak budaya kuno.
Halaman atau pekarangan itu adalah kediaman delapan kaisar di era Dinasti Qing (1644-1911). Di tempat itu mereka mengelola berbagai urusan negara dan sebagai tempat menerima para pejabat senior. Menurut Direktur Museum Istana, Shan Qixiang, sebagai tempat penting bagi mantan penguasa Qing, warisan memiliki nilai sejarah yang sangat besar seperti lukisan Cina terbaik, koleksi buku-buku kuno dan dekorasi dari perunggu, porselen dan batu giok.
Dia menambahkan, rencana komprehensif proyek renovasi tiga tahun, pada Senin (22/8/16), pekerjaan renovasi dilakukan setelah satu tahun penyelidikan menyeluruh ke dalam sejarah dan budaya warisan di Kota Terlarang itu.
“Renovasi ini dibagi menjadi 33 sub-proyek, termasuk melestarikan bangunan itu sendiri, menyiapkan database untuk koleksi di kompleks, dan meneliti tentang peristiwa-peristiwa sejarah utama yang terkait dengan arsitektur,” kata Shan Qixiang.
Berbagai media di negeri Cina sebelumnya memberitakan bahwa anggaran renovasi Kota Terlarang itu sebesar 220 juta yuan atau setara 33 juta dollar AS. Dana itu sebagian besar berasal dari sumbangan berbagai pihak. [JX/Chinadaily/Eka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here